Banten Perketat Pengawasan di Soetta, Cegah Masuk Hantavirus

CNN Indonesia
Jumat, 15 Mei 2026 06:00 WIB
Pemprov Banten memperketat pengawasan di Bandara Soetta untuk mencegah masuknya hantavirus dari luar negeri.
Ilustrasi. Banten perketat pengawasan di Bandara, cegah hantavirus. (CNN Indonesia/Dodi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi Banten meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus dengan memperketat pengawasan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya kasus hantavirus dari luar negeri melalui jalur kedatangan internasional yang menjadi salah satu pintu utama mobilitas penumpang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan pengawasan diperketat melalui kerja sama dengan pihak kekarantinaan kesehatan di area bandara.

"Peningkatan pengawasan dilakukan di pintu masuk Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta dan BKK Kelas I Banten," kata Ati di Serang, Kamis (14/5) mengutip Antara.

Tak hanya di bandara, Pemprov Banten juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus suspek hantavirus di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Perhatian khusus diberikan kepada rumah sakit sentinel penyakit infeksi emerging di Banten, yakni RSUD Kabupaten Tangerang. Rumah sakit tersebut disiapkan untuk memantau dan menangani potensi kasus yang muncul di wilayah tersebut.

Meski pengawasan diperketat, Ati meminta masyarakat tidak panik menghadapi situasi ini. Ia menegaskan langkah pencegahan paling efektif tetap dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan.

Masyarakat diimbau untuk mencegah tikus masuk ke dalam rumah, menjaga sanitasi lingkungan, serta menyimpan makanan di wadah tertutup rapat agar tidak terkontaminasi.

"Kami terus mengedukasi masyarakat agar menghindari kontak langsung dengan reservoir, yaitu tikus beserta kotorannya, maupun area yang berpotensi tercemar seperti tempat sampah dan got. Segera datang ke fasyankes jika mengalami gejala suspek," ujarnya.

Ati menjelaskan hantavirus merupakan penyakit menular jenis Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Meski demikian, risiko penularan antar manusia disebut sangat rendah.

Gejala yang umum dialami penderita antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot dan betis, tubuh lemas, mual, muntah, hingga kulit menguning.

Pemprov Banten juga mengungkap wilayah tersebut pernah mencatat satu kasus positif hantavirus pada November 2025. Namun pasien telah dinyatakan sembuh total.

Ati memastikan kasus yang ditemukan tahun lalu bersifat terisolasi dan tidak berkaitan dengan wabah hantavirus yang baru-baru ini dilaporkan terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]