Polisi Usut Kematian Pasien Saat Kebakaran di RSUD dr Soetomo

CNN Indonesia
Jumat, 15 Mei 2026 14:10 WIB
Kebakaran di RSUD dr Soetomo Surabaya menyebabkan satu pasien meninggal dan satu kritis. Polisi selidiki penyebabnya, manajemen rumah sakit kooperatif. (Foto: CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian mulai mendalami penyebab kematian seorang pasien dalam kejadian kebakaran yang melanda lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo, Surabaya, pada Jumat (15/5) pagi.

Kapolsek Gubeng Kompol Eko Sudarmanto mengatakan peristiwa kebakaran diduga berdampak langsung pada kondisi kesehatan pasien yang sedang menjalani perawatan di area tersebut.

"Pasti dengan adanya kebakaran itu ada dampaknya. Ya, dampaknya mungkin yang ada di lantai 4 atau 5 yang pasti," kata Eko saat ditemui di lokasi, Jumat (15/5).

Berdasarkan laporan awal yang diterima pihak kepolisian, akibat kejadian itu sekitar 30 pasien harus dievakuasi, satu pasien dinyatakan meninggal dunia, sementara satu pasien lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Namun, Eko mengatakan polisi belum melakukan tindakan lebih lanjut karena status pasien masih berada di bawah penanganan internal rumah sakit.

"Ya, informasi tadi katanya ada satu yang meninggal, ada yang kritis. Sementara masih ditangani oleh pihak rumah sakit. Itu biar kewenangan pihak rumah sakit yang menangani karena kami belum mendapat penyerahan," ujarnya.

Meski demikian, Eko mengatakan polisi sedang bersiap melakukan langkah identifikasi lanjutan yang melibatkan tim Inafis Polrestabes Surabaya hingga Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.

Hal itu, kata Eko, akan segera dilakukan setelah area kebakaran dinyatakan sepenuhnya aman oleh petugas pemadam kebakaran.

"Nanti kalau sudah diserahkan dari pihak pemadam kebakaran, baru akan dilakukan identifikasi dengan Inafis, bila perlu menggunakan Labfor," ucapnya.

Di sisi lain, manajemen RSUD dr Soetomo menyatakan sikap terbuka terhadap proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.

Wakil Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan RSUD dr Soetomo, Prof dr Ahmad Suryawan, berkomitmen untuk membantu pihak kepolisian dalam mengusut tuntas insiden ini.

"Iya, kooperatif. Jadi jelas, kami sendiri masih belum memungkinkan untuk memasuki lokasi karena dilarang oleh pihak Damkar. Setelah pengamanan lokasi dari api dan sebagainya selesai, kami tinggal menunggu apakah diizinkan masuk atau tidak dari pihak kepolisian yang tentunya juga sudah berada di lokasi," kata Suryawan.

Suryawan mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu instruksi teknis di lapangan sebelum diperbolehkan mengakses kembali lokasi kejadian. Ia berjanji, seluruh data yang dibutuhkan oleh kepolisian maupun Dinas Pemadam Kebakaran akan difasilitasi sepenuhnya oleh pihak rumah sakit.

"Kami sangat terbuka untuk memfasilitasi apapun yang diperlukan oleh teman-teman Damkar dan pihak kepolisian mengenai hal tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, kebakaran melanda lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo, Surabaya, pada Jumat (15/5) pagi. Satu orang pasien dilaporkan meninggal dunia.

Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 06.30 WIB. Berdasarkan pantauan, asap hitam pekat tampak membubung tinggi dari bagian atas gedung dan terlihat jelas dari luar area rumah sakit.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Di ICU pasien, satu pasien sudah dinyatakan meninggal dunia. Yang satu dilakukan evakuasi," kata Rini saat dihubungi wartawan, Jumat (15/5).

Sebanyak 33 pasien yang berada di gedung PPJT telah dievakuasi oleh petugas gabungan menuju Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Rini menjelaskan titik api berasal dari salah satu ruang vital di lantai 5.

Manajemen RSUD dr Soetomo Surabaya memberikan klarifikasi terkait kabar adanya pasien yang meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang terjadi di area lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr. Soetomo, Surabaya, pada Jumat (15/5) pagi.

Pihak rumah sakit menegaskan kematian pasien tersebut murni disebabkan oleh faktor penyakit yang diderita, bukan karena dampak kebakaran maupun paparan asap.

Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Prof dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan, pasien yang bersangkutan memang dalam kondisi medis yang kritis sebelum kebakaran terjadi. Saat insiden berlangsung, pasien tersebut sedang mendapatkan bantuan melalui alat medis karena mengalami kegagalan fungsi pada beberapa organ tubuh utama.

"Meninggal karena penyakit. Karena memang itu tadi sesuai dengan penjelasan kawan-kawan bahwa kondisi sudah tersupport oleh tiga organ, yaitu paru-paru, jantung, dan ginjal. Dan cuci darah sedang on the way, dan kami tetap melakukan evakuasi, dan tentu bukan karena asap karena semuanya tersupport oleh mesin ya," kata Cita di lokasi. 

(frd/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK