6 Kabupaten di Jawa Timur Tetapkan Status Darurat Kekeringan

CNN Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 03:20 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengatakan saat ini sudah ada enam kabupaten di Jatim yang menetapkan status siaga darurat kekeringan. (CNN Indonesia/ Sobar Alfahri)
Surabaya, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengatakan saat ini sudah ada enam kabupaten di Jatim yang menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Beberapa di antaranya bahkan sudah mengalami krisis air bersih. Enam daerah yang resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan itu meliputi Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Lamongan, Lumajang, dan Blitar.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengonfirmasi penanganan darurat di lapangan sudah mulai bergulir, salah satunya melalui penyaluran bantuan air ke wilayah yang mulai mengering.

"Dari enam daerah tersebut, penanganan darurat berupa distribusi air bersih sudah dilakukan di Kabupaten Bondowoso," kata Gatot, Senin (18/5).

Gatot mengatakan, di Bondowoso, krisis air bersih dilaporkan telah melanda Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo. Bantuan droping air difokuskan pada tiga wilayah yang mengalami dampak paling parah, yaitu Dusun Banteng Lor, Dusun Sumber Waru, dan Dusun Banteng Duk Beto.

Berdasarkan data BPBD, total warga terdampak di tiga dusun tersebut mencapai 140 kepala keluarga (KK). Untuk menyiasati kelangkaan, armada tangki air langsung dikerahkan ke lokasi.

"Droping air bersih dilakukan sebanyak 10.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 140 kepala keluarga," ujar Gatot.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Jawa Timur tahun ini diprediksi jauh lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya.

Periode kering ini dilaporkan sudah dimulai sejak April lalu dan diproyeksikan baru akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

Mengantisipasi dampak yang semakin meluas, Pemprov Jatim melalui BPBD kini memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan dan terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah setempat.

Gatot pun mewanti-wanti seluruh jajaran di daerah untuk tidak lengah dan bergerak cepat dalam memitigasi risiko bencana kekeringan ini.

"BPBD juga meminta daerah meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat langkah penanganan apabila wilayah terdampak kekeringan terus bertambah," ujar Gatot.

(fra/frd/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK