GRIB Jaya Buka Suara soal Penggerudukan Rumah Penulis di Depok
GRIB Jaya buka suara soal penggerudukan rumah penulis Ahmad Bahar di wilayah Cimanggis, Depok pada hari Minggu (17/5) lalu. Peristiwa itu diduga dipicu konten yang dibuat Ahmad Bahar terkait pemimpin GRIB, Hercules Rosario Marshal.
Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual mengatakan narasi yang menyebutkan ada pengepungan massa terhadap rumah Ahmad Bahar sangat berlebihan dan tidak mencerminkan fakta di lapangan.
"Kedatangan perwakilan Satgas murni dilakukan secara persuasif untuk melakukan klarifikasi (tabayun) atas konten video pelaku yang secara terbuka melempar tantangan, fitnah, dan narasi ofensif yang merendahkan martabat Ketua Umum kami, Bapak H Hercules Rosario Marshal," kata Marcel dalam keterangannya, Senin (18/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedatangan tim bertujuan mengingatkan bahwa ruang publik harus diisi oleh fakta, bukan provokasi," sambungnya.
Marcel menerangkan kehadiran Satgas GRIB Jaya itu bukan tindakan tanpa dasar.
Sebelum bergerak, dia menjelaskan bahwa Tim Hukum DPP GRIB Jaya telah merampungkan dokumen dan mengumpulkan bukti-bukti digital untuk pelaporan ke pihak kepolisian.
Langkah itu, kata Marcel dipicu oleh tindakan doxing dan intimidasi siber secara masif melalui sejumlah nomor asing di WhatsApp, yang menyebarkan konten ofensif Ahmad Bahar kepada orang-orang terdekat Hercules.
"Tindakan doxing dan teror digital ini telah kami catat secara detail dan saat ini sedang dipantau ketat oleh tim hukum untuk diproses secara pidana," ucap dia.
Marcel menuturkan pihaknya juga mengecam keras penggiringan opini yang menuduh organisasi melakukan tekanan fisik atau tindakan melawan hukum seperti penyanderaan.
Sebab, menurutnya, sejak awal kedatangan tim di lokasi hingga proses koordinasi, seluruhnya dikawal dan didampingi langsung oleh Ketua RW setempat. Bahkan terdapat aparat kepolisian sebagai representasi aparat lingkungan dan menghormati hukum.
"Kehadiran Ketua RW dan kepolisian menjadi bukti mutlak bahwa proses berjalan terbuka, transparan, dan sesuai prosedur sosial," ujarnya.
Marcel menyebut proses klarifikasi awal di rumah Ahmad Bahar juga berjalan kondusif dan terekam jelas dalam bukti video.
Namun, demi menjaga situasi lingkungan tetap tenang dan menghindari potensi gesekan atau tindakan anarkis dari pihak luar, Ahmad Bahar diminta hadir ke Kantor DPP GRIB Jaya untuk meluruskan narasinya secara langsung di hadapan Hercules.
Marcel mengaku pihaknya menyayangkan langkah Ahmad Bahar justru memilih melarikan diri, mematikan telepon genggam, dan tidak bertanggung jawab.
"Ia justru mengutus putrinya untuk datang ke kantor DPP, bahkan sang anak sendiri mengaku kehilangan kontak dan tidak bisa menghubungi keberadaan ayahnya saat berada di kantor kami. Pihak-pihak terkait seharusnya sadar diri atas provokasi yang mereka mulai di media sosial, dan tidak bersembunyi di balik narasi seolah-olah menjadi korban (play victim)," tutur dia.
Permintaan maaf
Lebih lanjut, Marcel mengatakan Hercules selaku Ketua Umum GRIB Jaya telah menerima permintaan maaf dari Ahmad Bahar.
Hercules, kata dia, juga menginstruksikan seluruh anggota di Indonesia untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas serta tidak melakukan aksi main hakim sendiri karena kita berada di negara hukum.
"Namun demikian, DPP GRIB Jaya mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat bukan berarti bebas menghina, memfitnah, atau menyerang privasi orang lain (doxing). Pintu maaf secara personal tidak menghapus konsekuensi hukum," tutur Marcel.
"DPP GRIB Jaya memastikan bahwa seluruh persoalan ini-baik konten provokasi maupun jaringan pelaku doxing-akan tetap dikawal secara tegas melalui mekanisme hukum formal di Kepolisian Republik Indonesia demi memberikan edukasi publik dan efek jera," sambungnya.
Sebelumnya, rumah Ahmad Bahar di Cimanggis dilaporkan digeruduk massa dari GRIB Jaya pada akhir pekan lalu.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Cimanggis melalui call center 110.
Made mengungkapkan aksi penggerudukam itu dipicu konten yang dibuat Ahmad Bahar. Konten itu membuat Hercules Rosario Marshal selaku Ketua Umum GRIB Jaya merasa dirugikan.
"Terkait konten yang di keluarga Bapak Ahmad Bahar yang merugikan Saudara Hercules yang menurut keterangan Bapak Ahmad Bahar handphone kena hacker," ucap Made.
Made menyebut permasalahan tersebut juga telah diselesaikan secara kekeluargaan. Dalam musyawarah yang digelar di Polres Metro Depok pada Minggu malam, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.
"Semalam sudah dibuat surat kesepakatan pernyataan bersama untuk berdamai di Polres Metro Depok," kata dia.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]