TAUD Serahkan Bukti 16 Orang di Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda

CNN Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 14:54 WIB
TAUD menyerahkan hasil investigasi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya, salah satunya terkait 16 terduga pelaku.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) saat melaporkan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus ke Bareskrim Polri. (CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengaku akan menyerahkan hasil investigasi kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus kepada penyidik Subdit Jatanras Polda Metro Jaya.

Hal itu dilakoni bebarengan dengan diperiksanya saksi atas laporan yang dilayangkan TAUD terkait kasus tersebut, Selasa (19/5) ini. Dalam hal ini saksi yang akan diperiksa adalah peneliti independen yang bekerja sama dengan TAUD, Ravio Patra.

Pemaparan ini disampaikan, sebagai bagian dari agenda pemeriksaan perdana atas laporan yang dilayangkan TAUD LP/B/136/IV/2026/SPKT/Bareskrim Polri namun terkini telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akan melakukan pemeriksaan di Jatanras Polda Metro Jaya dengan maksud untuk memaparkan temuan-temuan tim investigasi, terutama setelah melihat jalannya persidangan di sidang militer PM 2-08 Jakarta sejauh ini, di mana sidang hanya memeriksa empat orang terdakwa," kata Ravio di Polda Metro Jaya, Selasa.

Ravio berharap lewat pemeriksaan ini proses pidana yang ditangani aparat kepolisian bisa mengungkap aksi penyiraman air keras itu secara gamblang.

Sebab, kata dia, berdasarkan hasil investigasi dari TAUD ditemukan 16 terduga pelaku yang terlibat dalam upaya penyiraman air keras.

Sedangkan dari hasil penyidikan Puspom TNI hanya ada empat Anggota BAIS yang disidangkan.

Ravio menyebut dalam pemeriksaan ini, pihaknya akan menyerahkan berbagai data temuan investigasi TAUD. Salah satunya temuan CCTV yang merekam perjalanan Andrie di hari kejadian.

"Termasuk juga kami susuri pergerakan 16 orang yang kami duga merupakan bagian dari pelaku tadi, kami susuri dari awal mereka hadir di area Jalan Diponegoro sekitar kantor YLBHI sampai mereka melakukan penyerangan," tutur dia.

"Kami juga membagi peran-peran mereka menjadi beberapa orang sebagai pemantau di lokasi, beberapa orang sebagai eksekutor, beberapa orang sebagai kami duga sebagai e apa pemberi dukungan operasional gitu," sambungnya.

Sebelumnya Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) melaporkan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus ke Bareskrim Polri.

Laporan itu dilayangkan Gema Gita Persada selaku kuasa hukum Andrie Yunus dan tergister dengan nomor LP/B/136/IV/2026/SPKT/Bareskrim Polri pada Rabu (8/4).

Banner Microsite Haji 2026

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya menyebut langkah pelaporan itu sebagai tindak lanjut lantaran kasus yang sempat diusut oleh Polda Metro Jaya telah dilimpahkan ke Puspom TNI.

Dalam laporannya, TAUD menilai aksi penyiraman air keras kepada Andrie merupakan upaya tindak pidana percobaan pembunuhan berencana hingga dugaan aksi terorisme.

Namun, Bareskrim Polri kemudian melimpahkan laporan TAUD tersebut ke Polda Metro Jaya dengan pertimbangan efektivitas penyidikan. Sebab, substansi laporan yang sama pernah diselidiki Polda Metro Jaya.

"Karena locus (lokasi) dan tempus-nya (waktu) sama dan objek perkaranya juga sama," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/5).

(dis/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]