12 Jemaah Haji Asal Jawa Timur Meninggal di Arab Saudi
Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci, sebanyak 12 jemaah haji asal Jawa Timur dilaporkan meninggal dunia, hingga hari ke-29 pemberangkatan Haji di Embarkasi Surabaya, Selasa (19/5).
Sebanyak 12 jemaah tersebut meninggal dunia di Makkah dan Madinah. Sementara ada satu calon jemaah haji yang belum sempat berangkat, mengembuskan napas terakhirnya ketika dirawat di Tanah Air.
"Jemaah yang meninggal di luar negeri, di Madinah dan Makkah ada 12. Kemudian di embarkasi sini satu yang meninggal sehingga jumlah keseluruhan yang meninggal selama proses haji itu 13," kata Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam.
Sebanyak 12 jemaah yang wafat di Arab Saudi di antaranya Kamariyah Dul Tayib (85) Kloter 8 Pasuruan, Abd Wachid (71) Kloter 7 Pasuruan, Fajar Puja Sasmita (53) Kloter 11 Kota Malang, Sibiatun Saji (72) Kloter 33 Lamongan.
Kemudian Mustika Rajim D (75) Kloter 47 Gresik, Suyono Reso (58) Kloter 62 Jombang, Dumaiyah Gopur (67) Kloter 6 Pasuruan, Asraf Sudam (65) Kloter 1 Probolinggo, dan Tarni Talikah Kastamun (66) Kloter 55 Sidoarjo.
Lalu Samanu Linggan (85) Kloter 16 Kabupaten Malang, Ngatiyah Marijo (62) Kloter 91 Kabupaten Jember, dan Mat Sahid (79) Kloter 30 Kabupaten Lamongan.
Sedangkan satu jemaah yang meninggal di Tanah Air adalah Tini Atmin (56) dari Kloter 43 Kabupaten Gresik. Ia meninggal dunia akibat sakit jantung saat menjalani perawatan medis di RSUD Haji Surabaya.
Anam mengatakan, meski ke-13 jemaah itu meninggal dunia, prosesi haji mereka tetap akan dilaksanakan melalui mekanisme badal haji atau diwakilkan.
"Artinya 13 ini meskipun mereka meninggal di sini tapi tetap nanti itu menjadi bagian yang kuota hajinya itu sudah dilaksanakan. Nanti menggunakan badal haji seperti itu," ujarnya.
"Kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," lanjut Anam.
Selain itu, jumlah jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak 10 orang yang terdiri atas 4 jemaah sakit, 2 pendamping, dan 4 kategori lain-lain yang masih menjalani observasi kesehatan maupun penjadwalan keberangkatan lanjutan.
"Yang tunda berangkat tetap 10 orang. Jadi yang hamil, kemudian amnesia, kemudian jantung, kemudian cuci darah itu InsyaAllah 10 orang," ucap dia.
Lebih lanjut Anam mengatakan, penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji hingga hari ke-29, total sudah sebanyak 40.207 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Jumlah itu mencapai 91 persen dari total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya sebanyak 44.080 jemaah musim haji 1447 H/2026 M.
Total rencana pemberangkatan itu terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
"Alhamdulillah, operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya terus berjalan lancar dan kondusif. Sinergi antarpetugas terus diperkuat agar jemaah memperoleh pelayanan terbaik sejak masuk asrama hingga keberangkatan menuju Tanah Suci," katanya.
(frd/isn)