Cerita Prabowo Pernah Dibantu Megawati saat Luntang-lantung
Presiden Prabowo Subianto bercerita pernah dibantu oleh Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ketika dirinya tidak berkuasa dan luntang-lantung.
Prabowo mengatakan Megawati tidak pernah mengintervensi jika dirinya memenangkan tender suatu proyek.
"Waktu saya enggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi, saya mau terbuka, saya enggak berkuasa waktu itu, alias luntang-lantung, Ibu Mega Soekarnoputri intervensi mengatakan kalau emang Prabowo yang menang tender itu, jangan diganggu, diteruskan," kata Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI ke-19, Rabu (20/5).
Prabowo mengaku meniru apa yang dilakukan Megawati. Ia mengatakan tidak pernah mengganggu jika PDIP menang dalam tender-tender pemerintah.
"Saya selalu katakan menteri-menteri minta petunjuk ada proyek, ada tender, tapi ini belakangnya PDIP, bener? Ayo menteri-menteri bener kan, tapi apa jawaban saya, tidak masalah. Kalau dia menang, dia menang aja, jangan lihat latar belakangnya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memuji sikap PDIP di luar pemerintahan. Ia mengatakan dibutuhkan check and balances dalam negara demokrasi.
"Saya hormati dan hargai demokrasi kita butuh check and balances, saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah saya mengerti itu, sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih ke PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita," katanya.
Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri juga pernah menceritakan persahabatan dengan Prabowo. Megawati menyebut persahabatannya dengan Prabowo merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila.
"Kenapa Pak Prabowo, sampai orang kayaknya bingung, kok saya bisa sobatan yang namanya Prabowo Subianto. Memangnya kenapa? Karena apa? Kalau buat saya itu Pancasila saya," kata Megawati saat memberikan sambutan dalam 'Presedential Lecture' Internalisasi dan Pembumian Pancasila, di Istana Negara, Jakarta, Selasa 3 Desember 2019.
Megawati lantas mengungkit langkah dirinya merangkul Prabowo yang berstatus stateless atau tanpa kewarganegaraan ketika itu.
"Ini saya bukan cari nama. Tanya kepada beliau. Tidak. Saya marah pada Menlu. Saya marah pada Panglima. Apapun juga, beliau manusia Indonesia, pulang, beri dia itu tanggung jawab," ujarnya.
(fra/yoa/fra)