5 Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Masih Dirawat

CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 14:40 WIB
Evakuasi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, masih terus berlangsung hingga Selasa (28/4/2026) dini hari. (CNN Indonesia/Adi ibrahim). (CNN Indonesia/Adi ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan masih ada lima korban yang dirawat imbas kecelakaan maut Kereta api listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) lalu.

Peristiwa itu diketahui juga menyebabkan 16 orang meninggal dunia.

"Kejadian ini mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban meninggal dunia, 5 korban yang masih dirawat dan 103 korban yang sudah kembali ke rumah masing masing," kata Dudy dalam rapat dengan Komisi V DPR RI, Kamis (21/5).

Dudy mengatakan Kemenhub menghormati proses investigasi yang masih berlangsung oleh KNKT.

"Mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional serta transparan," ujarnya.

Berdasar keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden itu bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

(yoa/ugo)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK