9 WNI Korban Penculikan Israel Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

CNN Indonesia
Minggu, 24 Mei 2026 06:10 WIB
Massa dari Solidaritas Seni untuk Palestina mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya sebanyak sembilan aktivis dan jurnalis WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang sempat menjadi korban penculikan Israel saat ikut misi kemanusiaan Global Sumud Flotila (GSF) ke Gaza, Palestina, akan tiba di Indonesia pada Minggu (24/5) sore ini.

Rencana kepulangan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Yvonne Mewengkang.

"Rencana Minggu sore tiba," kata Yvonne kepada CNNIndonesia.com saat dimintai konfirmasi, Jumat (21/5).

Menurut Yvonne, mereka akan bertolak dari Turki usai dibebaskan Israel sehari sebelumnya pada Kamis (20/5). Rencananya, rombongan akan tiba di Indonesia--bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang--sekitar pukul 16.00 WIB.

Duta Besar RI untuk Turki Rizal Achmad Purnomo mengatakan 9 WNI akan menjalani proses pemeriksaan terlebih dahulu, mulai dari kesehatan, visum, dan testimoni sebelum dipulangkan ke Indonesia.

"WNI akan selesaikan proses administrasi dan akan segera dipulangkan jika seluruh prosesnya selesai," kata Rizal.

Daftar 9 WNI itu yakni jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, jurnalis Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis atau tim media dari GPCI Rahendro Herubowo, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad dari GPCI.

Selama di tahanan, sejumlah WNI mengalami penyiksaan mulai dari dipukul hingga disetrum pasukan Israel.

Mereka ditangkap sepekan sebelumnya bersama lebih dari 300 delegasi lain dari 45 negara di perairan Mediterania saat hendar berlayar menuju Gaza, Palestina.

Para WNI itu yakni jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho jurnalis Tempo TV, Rahendro Herubowo eks jurnalis INews, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Selama di tahanan, sejumlah WNI mengalami penyiksaan mulai dari dipukul hingga disetrum pasukan Israel.

(thr/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK