Respons PDIP, Ketua PSI Sebut Jokowi Seorang Negarawan

CNN Indonesia
Jumat, 29 Mei 2026 07:20 WIB
Ketua DPP PSI tegaskan Jokowi seorang negarawan karena tak terbuka mendukung partai yang dipimpin putra bungsunya saat masih jabat presiden.
Presiden ke-7 RI, Jokowi, menghadiri kirab budaya yang diselenggarakan PSI di Kabupaten Tegal, Minggu (15/2/2026). (Dok. PSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPP PSI Bestari Barus merespons pernyataan politikus PDIP Guntur Romli yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tak mampu membantu PSI saat masih menjabat presiden, apalagi saat sudah tidak menjabat.

Bestari menegaskan saat masih menjabat, Jokowi memang tidak pernah secara terbuka menyatakan dukungan ke PSI meski partai itu dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Dia mengklaim hal itu membuktikan Jokowi seorang negarawan demi menjaga stabilitas politik nasional.

Ia mengklaim karena tidak pernah menyatakan dukungan secara tegas ke PSI pada Pemilu 2024 lalu, coattail effect atau efek ekor jas saat masih menjabat presiden justru mengalir ke PDIP sebagai partai lama Jokowi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah kalau dulu karena beliau tidak pernah menyatakan beliau itu di PSI, karena beliau sangat negarawan demi menjaga stabilitas politik nasional, yang tidak disadari itu oleh Guntur Romli ya, maka efek ekor jas itu jatuh kepada partainya yang lama, PDI itu," Bestari saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (28/5).

Bestari mengatakan saat ini situasi sudah berubah, dan Jokowi berulang kali menyampaikan akan turun membantu PSI.

Ia pun meyakini dukungan terbuka Jokowi akan berdampak terhadap elektabilitas PSI ke depan. Menurutnya para pemilih kini mulai sadar bahwa Jokowi saat ini sudah identik dengan PSI saat tak lagi menjadi presiden.

"Bahkan yang silent voters itu pun itu mulai bergeming itu ya, mulai berpikir 'Oh ternyata Pak Jokowi sekarang sudah PSI'," katanya.

Sebelumnya, PDIP selaku partai yang pernah menaungi dan mengantar Jokowi dua kali memenangkan kontestasi pilkada dan presiden RI angkat suara soal kabar rencana penetapan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.

Juru Bicara PDIP, Guntur Romli meyakini kabar posisi Jokowi tersebut, tak akan berpengaruh. Sebab, kata Gunrom, sapaan akrabnya, saat menjadi Presiden, Jokowi tak mampu meloloskan partai yang kini dipimpin anaknya itu masuk ke parlemen.

"Secara logika sederhana saja, waktu Jokowi jadi Presiden tidak mampu meloloskan PSI ke Parlemen, apalagi sekarang tidak jadi apa-apa," kata Gunrom, sapaannya, saat dihubungi, Selasa (26/5).

Selain Jokowi, anak dan menantunya pun pernah bernaung di bawah bendera PDIP yakni Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution. Bobby bahkan diantar memenangkan Pilkada Medan, Sumatera Utara pada 2020 lalu.

Namun, setelah prahara putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membuat Gibran bisa jadi cawapres Prabowo pada Pilpres 2024 lalu, hubungan Jokowi-keluarga dan PDIP merenggang. Puncaknya, Jokowi bersama anak dan menantunya disebut keluar dari PDIP. Adapun Bobby yang saat ini Gubernur Sumatera Utara dikenal pula sebagai kader Gerindra.

[Gambas:Video CNN]

(tim/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]