Bos Hanania Diperiksa di Polda Metro Terkait Kasus Tipu Jemaah Umrah

CNN Indonesia
Sabtu, 30 Mei 2026 00:30 WIB
Pilgrims keeping social distance perform their Umrah at the Grand Mosque during the annual Haj pilgrimage, in the holy city of Mecca, Saudi Arabia, July 17, 2021. Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVID
Ilustrasi. Bos Hanania Travel diperiksa polisi terkait kasus penipuan jemaah umrah. (VIA REUTERS/SAUDI MINISTRY OF MEDIA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bos Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF) diperiksa di Polda Metro Jaya usai dilaporkan sejumlah calon jemaah umrah dan haji atas dugaan penipuan.

"Masih dalam pemerikaaan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengutip detikcom, Jumat (29/5).

Farhan dilaporkan sejumlah calon jemaah umrah dan haji ke Polda Metro Jaya pada Kamis (28/5) malam atas dugaan penipuan puluhan korban. Dia digiring ke SPKT Polda Metro Jaya oleh para korbannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebeumnya Kombes Budi mengatakan salah satu korban berinisial NN merasa dirugikan karena telah membayar sejumlah uang. Namun, korban tidak jadi diberangkatkan umrah.

"Pelapor NN merasa dirugikan oleh terlapor ASF karena pelapor merasa telah membayar sejumlah uang untuk keperluan keberangkatan umrah. Namun pada tanggal keberangkatan yang dijanjikan, pelapor tidak dapat berangkat," ucapnya.

Farhan kini dilaporkan atas dugaan tindak pidana Pasal 492, Pasal 486, dan atau Pasal 607 KUHP.

Selain itu, salah satu korban sekaligus perwakilan korban, Joko mengatakan alasan membuat LP. Para korban merasa ada kejanggalan dalam proses pemberangkatan umrah.

"Ya, kita bikin laporan, LP, ke Saudara Ahmad Syah Farhan ya, selaku Direktur Utama PT Hanania ya. Perusahaannya tuh travel apalah gitu, profesional. Karena memang kita jemaah merasa ada yang janggal atas proses pemberangkatan umrah yang memang harusnya sudah terjadi gitu ya," kata Joko kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (28/5).

Joko mengatakan para korban telah melakukan pelunasan untuk pemberangkatan umrah. Namun setelah mediasi di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel), para korban sepakat membawa persoalan tersebut ke Polda Metro Jaya untuk berdiskusi sekaligus membuat LP.

"Karena rata-rata teman-teman sudah lunas, tapi prosesnya masih nggak jelaslah gitu. Tadi ada mediasi memang di kantornya Hanania di Kokas. Atas kesepakatan jemaah, akhirnya kita bawa dia ke sini, diskusi, cari solusinya, kita buat LP," tuturnya.

Joko mengaku dirinya rugi Rp60 juta terkait dugaan penipuan tersebut. Dia mengatakan ada ratusan korban yang membuat LP mengenai hal tersebut.

"Kalau saya? Rp60 juta. Tapi sebenarnya tadi sempat ngobrol juga, persuasif lah sama si Farhan, 'Han, ini dari total semua kira-kira lu harus refund berapa?' Besar juga. Dia sampai tadi menyampaikan sampai Rp60 miliar yang dia harus kembalikan. Iya, kurang lebih," tuturnya.

"Tadi ada 127 yang datang, tapi mewakili 300 sekian orang gitu," tutupnya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]