Api Berkobar 7 Jam, Kebakaran Permukiman di Kemayoran Akhirnya Padam

CNN Indonesia
Selasa, 02 Jun 2026 05:49 WIB
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) melakukan pemadaman api di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/6/2026). Sebanyak 33 unit mobil pemadam kebakaran beserta 100 personel dikerahkan u
Tim pemadam kebakaran butuh waktu tujuh jam untuk memadamkan api yang berkobar melahap permukiman di Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran permukiman padat di Jalan Kemayoran, Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat akhirnya padam.

Petugas pemadam kebakaran harus bekerja keras selama tujuh jam untuk memadamkan api.

"Situasi/status kebakaran: pemadaman selesai," tulis command center pemadam kebakaran Jakarta, Selasa (2/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum diketahui penyebab dan kronologi kebakaran di Kemayoran. Selain itu, belum ada data final juga apakah ada korban akibat kebakaran ini.

Petugas damkar menerima informasi awal kebakaran pada Senin (1/6), sekitar pukul 20.55 WIB, operasi pemadaman dimulai pukul 21.05 WIB. Sementara waktu selesai operasi pemadaman pada pukul 04.15 WIB.

Pemerintah menyiapkan titik lokasi pengungsian warga di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, untuk pendataan dan koordinasi bantuan bencana kebakaran. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menyatakan fasilitas pengungsian telah disiapkan dengan dukungan berbagai pihak.

Tiga tenda telah disiapkan dari Dinas Sosial DKI Jakarta, dan sejumlah mobil logistik lainnya dari PMI hingga BPBD telah tiba di lokasi. Saat ini, pendataan sedang dilakukan mencakup warga terdampak di dua RW, yakni RW 04 yang meliputi lima RT (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta RW 05 yang mencakup tiga RT (RT 01, 02, dan 03).

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menyatakan fasilitas pengungsian telah disiapkan dengan dukungan berbagai pihak.

"Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman," imbuh Safrizal.

Baca selengkapnya di sini.

(nva/har) Add as a preferred
source on Google