Tokoh MLB: 40 Persen NU Daerah Ingin Perubahan di Tubuh PBNU
Jelang pelaksanaan Mukatamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Agustus 2026 mendatang, sebanyak 40 persen Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di sejumlah daerah Indonesia diklaim menginginkan perubahan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Hal itu dikatakan mantan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur (Jatim) KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam.
Tokoh yang sempat menginisiasi Muktamar Luar Biasa (MLB) NU melalui Forum Penyelamat Organisasi dan Panitia MLB (PO & MLB) NU ini mengungkapkan aspirasi tersebut terjaring setelah pihaknya melakukan rangkaian silaturahmi ke berbagai wilayah di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan komunikasi langsung dengan pengurus di tingkat daerah, kata Gus Salam, semangat untuk melakukan perubahan di internal PBNU dipicu oleh penurunan produktivitas organisasi serta situasi internal yang dinilai kurang kondusif.
"Dari apa yang kami dengar dari teman-teman di PCNU maupun PWNU bahwa semangat perubahan terhadap PBNU ini sangat besar. Karena melihat memang hari ini produktivitasnya sangat minim, kemudian situasinya juga situasi yang kurang nyaman, kurang kondusiflah," kata Gus Salam, di Surabaya, Rabu (3/6).
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar di Jombang tersebut, ketidaksolidan di internal PBNU saat ini sangat dirasakan pengurus di tingkat wilayah dan cabang.
Dia bilang kondisi ini terus berlanjut hingga menjelang Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), dan Muktamar NU ke-35.
"Jadi menjelang Munas, Konbes bahkan menjelang Muktamar ini pun di internal masih terlihat belum solid sehingga ini juga dirasakan oleh teman-teman di PWNU dan PCNU sehingga semangat mereka untuk adanya perubahan ini sangat kuat," klaimnya.
Hingga saat ini, Gus Salam mengklaim dirinya mencatat sudah ada sekitar 40 persen struktur PWNU dan PCNU daerah yang telah disambangi dan diajak berkomunikasi, termasuk soal pencalonannya sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU.
Rangkaian konsolidasi tersebut meliputi seluruh wilayah di Jawa, serta beberapa provinsi di Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.
"Ya yang jelas kami sudah hampir 40 persen yang sudah bersilaturahmi dengan kami. Dan rata-rata sambutannya cukup baiklah. Ya kita optimis sajalah. Tentu nanti pas Munas Konbes kami akan melakukan konsolidasi yang lebih konkret dan lebih terukur untuk memastikan bagaimana suara dukungan yang akan bisa kami raih," tutur Gus Salam saat dikonfirmasi mengenai progres dukungan.
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam pernah menjadi Wakil Ketua PWNU Jawa Timur (Jatim). (CNN Indonesia/Farid) |
Rais Aam PBNU
Terkait pelaksanaan Munas dan Konbes yang kabarnya telah dijadwalkan Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar pada 20-21 Juni di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Gus Salam berharap dualisme atau ketidaksepahaman di internal PBNU segera tuntas.
Dia menerangkan surat usulan jadwal tersebut diketahui telah dikirimkan kepada Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf pada 1 Juni kemarin.
Ia sangat berharap masalah penentuan ini segera menemui titik terang agar dinamika di tingkat elite pengurus pusat tidak sampai membawa dampak buruk bagi pondok pesantren yang akan ditempati sebagai tuan rumah.
"Iya, saya berharap itu segera klirlah Segera klir dan disepakati semua pihak yang memang harusnya menyepakati itu Jangan sampai kemudian yang terjadi ini di internal itu berimbas kepada pelaksanaan di Pesantren," ujar dia.
Sesuai aturan organisasi, pelaksanaan Munas dan Konbes memang harus ditempuh terlebih dahulu sebelum menggelar Muktamar.
Merujuk pada pengalaman Muktamar NU sebelumnya di Lampung, jarak antara Munas-Konbes dengan Muktamar biasanya berkisar satu bulan.
Gus Salam menambahkan, lokasi dan tanggal pasti untuk Muktamar ke-35 NU sendiri nantinya baru akan digodok dan diputuskan secara resmi di dalam forum Munas dan Konbes di Pondok Pesantren Al Falah Ploso tersebut.
Sejauh ini, sejumlah pondok pesantren besar di Jawa Timur seperti Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Bangkalan; Pondok Pesantren Asembagus, Situbondo; Pondok Pesantren Walisongo, Situbondo; hingga Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto sudah menyatakan kesiapan masing-masing apabila menjadi tuan rumah gelaran Muktamar NU ke-35.
Selain pesantren, beberapa PWNU di luar Jawa seperti NTB, PWNU Sumatera Barat, PWNU Kalimantan Selatan, serta PWNU DKI Jakarta hingga PCNU Cirebon juga sudah mengajukan kesiapan secara resmi secara organisasi.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

