Istana Sebut Ganti Silmy Karim Belum Ada, Buka Kans Said Iqbal Gabung

CNN Indonesia
Kamis, 04 Jun 2026 21:11 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi bermain catur disela berbincang dengan wartawan di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2025). Mensesneg mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah meneken surat pemberhentian Wamen Imipas Silmy
Mensesneg Prasetyo Hadi bermain catur disela berbincang dengan wartawan di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2025). Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sekretaris Negara RI Prasetyo Hadi mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto belum memutuskan siapa pengganti Silmy Karim sebagai Wamen Imipas usai terjerat kasus dugaan rasuah di KPK.

Ia mengatakan tugas keseharian yang ditinggalkan Silmy masih bisa dijalankan Menteri Imipas Agus Andrianto.

"Untuk sementara belum diputuskan mengenai siapa yang akan menggantikan tugas tersebut, karena tugas keseharian masih bisa dijalankan tentunya oleh Bapak Menteri ya," kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat yang sama, Pras menekankan agar pekerjaan dan pelayanan harian di Kementerian Imipas tidak boleh terganggu dengan adanya kasus terhadap Silmy ini. Silmy ditetapkan tersangka KPK dalam kasus dugaan korupsi pengurusan izin Warga Negara Asing untuk tinggal di Indonesia bersama tujuh tersangka lainnya.

Penyidik menjerat Silmy Cs dengan Pasal 12e terkait dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian serta Pasal 12B terkait penerimaan lainnya atau gratifikasi.

Buka kans Said Iqbal gabung kabinet

Sementara itu, Pras menyebut ada kans Presiden Partai Buruh Said Iqbal akan bergabung ke Kabinet Merah Putih. Meski belum mau merinci jabatan apa yang akan dipercayakan ke Said, namun Pras menyebut hal itu dalam tahap diskusi.

"Sedang kita diskusikan," kata Pras.

Pras enggan merinci. Ia hanya menyebut kemungkinan posisi itu berkaitan dengan kiprah Said selama ini, yakni berkenaan dengan buruh dan tenaga kerja.

Ia juga masih enggan merinci kapan acara pelantikan akan digelar.

Ia hanya menyebutkan bahwa ada rencana pelantikan pimpinan baru Badan Gizi Nasional pekan depan.

Lalu, penyerahan surat kredensial duta besar negara-negara sahabat yang rencananya juga digelar pekan depan.

"Untuk efektivitas, kita rencanakan di hari yang sama. Untuk forum pelantikannya tentu berbeda antara pelantikan pejabat negara dengan penyerahan kredensial dari para duta besar negara sahabat," ucapnya.

(mnf/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]