Mahasiswa Demo di DPR Soroti Eksploitasi Lingkungan di Papua

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 18:24 WIB
Puluhan mahasiswa dari DEMA PTKIN se-Indonesia menggelar unjuk rasa di depan parlemen, menyoroti eksploitasi lingkungan di Papua dan kondisi masyarakat.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang kompleks parlemen, Jumat (5/6). (Foto: CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia menggelar unjuk rasa di depan gerbang kompleks parlemen, Jumat (5/6).

Demo digelar bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh tepat di hari yang sama. Dalam aksinya, mahasiswa antara lain menyoroti eksploitasi lingkungan di Papua yang dinilai tak pro masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setop eksploitasi. Lingkungan bukan korban pembangunan," demikian tertulis dalam baliho yang dipampang massa aksi.

Salah satu orator aksi di atas mobil komando mengungkap keprihatinan terhadap kondisi masyarakat di tengah eksploitasi tersebut. Menurut dia, banyak orang tua yang anaknya tak bisa melanjutkan kehidupan.

Namun, di tengah keterbatasan itu, banyak pejabat publik yang tak memanfaatkan posisinya untuk mengambil kebijakan yang pro rakyat.

"Seorang ibu yang tak bisa membelikan susu untuk anaknya, betul? Tapi mereka yang punya posisi strategis di negeri ini, mereka mengambil kebijakan yang tidak berorientasi pada perubahan yang lebih baik," kata dia.

Mahasiswa dalam aksi tersebut juga menyoroti kasus teror terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Mereka mengkritisi arogansi aparat dalam merespons kritik masyarakat.

Aksi turut digelar dengan menggelar doa bersama dan menggelar ban. Aksi dikawal ketat puluhan aparat kepolisian.

"Hari ini juga kita banyak merasa risih dengan kondisi negara kita. Harusnya mereka mengambil dua fungsi, pertama fungsi otak dan hati. Tapi sayangnya pejabat tidak memakai otak dan hatinya," katanya.

(thr/wis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]