Basarnas Catat 3 Warga Luka Ringan Imbas Gempa di Sulut

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 13:30 WIB
BPBD Sulawesi Utara memastikan pesisir aman pascagempa Magnitudo 7,7. Masyarakat diminta siaga terhadap gempa susulan.
Ilustrasi gempa bumi. (Istockphoto/ Furchin)
Makassar, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara memastikan kondisi wilayah pesisir yang sempat berstatus waspada tsunami setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7, 7 masih relatif aman.

Namun, masyarakat diminta tetap siaga mengantisipasi potensi gempa susulan yang masih terus terjadi, Senin (8/6).

Sementara itu, Kepala Basarnas Manado, George Mercy Randang mengatakan pihaknya menerima laporan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7, 7 tadi pagi terdapat tiga orang warga mengalami luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk sementara yang kami dapati informasi terbaru yaitu ada luka ringan sebanyak 3 orang dan dampak rumah kerusakan masih kami dalami," kata Mercy kepada wartawan, Senin siang ini.

Berdasarkan laporan tersebut, kata Mercy, pihaknya mencatat dua rumah warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami kerusakan.

"Dalam data yang ada, 2 unit rumah di daerah wilayah Sangihe itu terdampak rusak ringan," ujarnya.

Sementara ini, kata Mercy, seluruh tim Basarnas di Sulut masih melakukan pemantauan di beberapa daerah yang terdampak gempa bumi yang terjadi pada pagi tadi.

Meski demikian, pihak BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami setelah gempa bumi tersebut. Namun, warga yang berada di sekitar pesisir pantai untuk tetap waspada.

Terpisah, Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf H Tamengkel, mengatakan sejumlah daerah yang berhadapan langsung dengan laut seperti Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Minahasa Selatan, Kota Manado, dan Kota Bitung masih berada dalam status siaga, Senin (8/6).

"Hasil pemantauan menunjukkan tinggi gelombang yang terukur sangat kecil. Di Tahuna tercatat sekitar 0,3 meter, sementara di Ulu Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, sekitar 0,18 meter," kata Adolf kepada wartawan, Senin siang.

Menurutnya, dampak tsunami yang terpantau di beberapa wilayah kepulauan tidak menimbulkan kerusakan berarti.

Di Kota Bitung dan Melonguane, tinggi gelombang yang tercatat hanya sekitar 30 sentimeter berdasarkan informasi dari BMKG.

"Kondisi serupa juga terjadi di Tahuna dan Ulu Siau," ujarnya.

Sementara itu, di Kota Manado dilaporkan belum mengalami dampak signifikan akibat fenomena tersebut.

"Kalau ada dampak, sangat kecil sekali. Yang paling kita khawatirkan justru gempa susulan karena hingga saat ini masih terus terjadi," jelasnya.

Dia mengatakan BPBD Sulut terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan BMKG untuk memastikan perkembangan situasi terkini.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan, agar tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Selain itu, kata Adolf, warga diimbau menunda sementara perjalanan laut yang tidak mendesak hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

"Kita bersyukur sampai saat ini saudara-saudara kita di wilayah kepulauan dalam keadaan aman. Namun karena masih ada potensi gempa susulan, seluruh wilayah yang berhadapan dengan Kepulauan Sangihe seperti Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Utara, Manado, dan Bitung tetap berstatus siaga," katanya.

(mir/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]