Demokrat soal Dugaan Korupsi BGN: AHY Tak Kenal Sony Sonjaya

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 08:26 WIB
Partai Demokrat klarifikasi keterkaitan AHY dengan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis. AHY tidak mengenal Sony Sonjaya, tuduhan dianggap fitnah.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai Demokrat mengeluarkan klarifikasi terkait pengaitan nama Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam unggahan yang beredar di media sosial di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Demokrat menegaskan AHY tidak memiliki hubungan dengan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya yang belakangan mengaku telah menyebut lebih dari 20 nama kepada penyidik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Klarifikasi itu disampaikan menyusul beredarnya unggahan yang mencantumkan frasa '2 orang kolonel usulan AHY' dalam daftar nama yang dikaitkan dengan kasus tersebut.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyatakan AHY tidak mengenal sosok Sony Sonjaya. Menurut dia, AHY juga tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan yang bersangkutan.

"Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya," kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6).

"AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Saudara Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung," kata imbuhnya.

Ia juga menyoroti bahwa unggahan tersebut tidak menjelaskan siapa yang dimaksud dengan frasa 'AHY' maupun '2 orang kolonel'. Namun, apabila yang dimaksud adalah Agus Harimurti Yudhoyono selaku ketua umum Partai Demokrat, Herzaky menyebut pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta.

Menurut Herzaky, frasa '2 orang kolonel usulan AHY' tidak dapat dikaitkan dengan AHY karena tidak didukung fakta yang dapat diverifikasi.

"Karena itu, frasa '2 orang Kolonel usulan AHY', jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran," ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Herzaky menyatakan Partai Demokrat tetap menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik yang profesional.

Namun, ia berharap setiap informasi yang menyebut nama individu maupun institusi disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta yang telah terverifikasi.

"Partai Demokrat menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik yang profesional. Namun, kami berharap setiap informasi yang menyebut nama individu maupun institusi disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta yang terverifikasi," kata Herzaky.

Sebelumnya, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) dalam perkara dugaan korupsi tata kelola program MBG.

Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mengatakan pengajuan JC dilakukan untuk membantu penyidik mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Menurut dia, dalam pemeriksaan yang telah dijalani, Sony telah menyebut lebih dari 20 nama yang diduga berkaitan dengan kasus itu.

Dalam perkara tersebut, Kejaksaan Agung telah menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka.

Penyidik menduga terjadi penyimpangan dalam tata kelola program MBG, termasuk penunjukan mitra SPPG yang tidak memenuhi syarat serta penggelembungan harga dalam sejumlah pengadaan barang.

(del/wis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]