BNN Tangkap 10 WNI Positif Narkoba dari Bangkok di Bandara Soetta

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 09:38 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap total 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif narkoba saat pulang dari Bangkok, Thailand. (CNN Indonesia/ Dimas Arif)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap total 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif narkoba saat pulang dari Bangkok, Thailand.

Penangkapan tersebut dilakukan lewat Operasi Sekuens "Sapu Bersih Narkotika" di Terminal Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin (8/6) kemarin.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan operasi ini merupakan hasil pengembangan kasus 2 Warga Negara Rusia berinisial KK (52) dan SK (40) yang membawa narkotika jenis hashish seberat 7,8 kg brutto dari Thailand.

"Tim memantau kedatangan penerbangan dari Bangkok pada malam 8 Juni. Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas mengidentifikasi 14 penumpang WNI untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6).

Ia menjelaskan dari 14 orang yang diperiksa 10 diantaranya terbukti positif mengonsumsi narkotika metamfetamina, THC, amfetamina hingga kokain dari hasil tes urine awal. Sementara 4 orang lainnya negatif.

"Sepuluh penumpang yang positif berinisial M.M, FR, GAS, MA, ASM, DP, HP, MI, AN, dan RA. Saat pemeriksaan barang bawaan, petugas menemukan serbuk seberat 22 gram yang diduga ketamin pada koper milik HP," ujarnya.

Meskipun bukan golongan narkotika, Suyudi mengatakan pihaknya tetap melakukan pendalaman dan uji lab terhadap ketamin yang ditemukan itu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan 10 orang yang ditangkap itu kemudian dibawa ke Kantor BNN untuk menjalani asesmen dan gelar perkara.

Hasilnya, Suyudi menyebut 10 orang tersebut dikategorikan sebagai penyalah guna kategori ringan atau coba pakai. Sehingga hanya akan dikenakan rehabilitasi rawat jalan di Klinik IPWL BNN RI Cawang serta wajib lapor.

"Pada Rabu, 10 Juni 2026 pukul 07.30 WIB, para penyalah guna dipulangkan dengan ketentuan mengikuti program rehabilitasi dan wajib lapor," ujarnya.

(tfq/fra)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Merawat Sejarah Lewat Buku Langka

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK