30 Pelajar di Sulsel Direhabilitasi Akibat Penyalahgunaan Vape Narkoba
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebut sebanyak 30 remaja tengah menjalani rehabilitasi setelah mengunakan rokok elektrik atau vape yang mengandung narkotika jenis sintesis.
"Kalau se-Sulawesi Selatan, karena yang masuk ke BNN ya, itu sekitar 30 orang dan kita lakukan rehabilitasi rawat jalan untuk pengguna cairan sintetis," kata Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulsel, Kombes Pol Ardiansyah, Rabu (10/6).
Ardiansyah menuturkan bahwa pengguna vape yang mengandung narkotika jenis sintesis tersebut didominasi kalangan remaja, termasuk yang berstatus pelajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini campuran, ada yang sudah lulus, tapi masih ada juga yang masih sekolah," ujarnya.
Ardiansyah menerangkan modus peredaran vape sintetis tersebut telah mengalami perubahan, sebelum melalui tembakau. Namun, saat ini telah beralih dengan memanfaatkan liquid vape, karena dianggap sulit dikenali oleh petugas.
"Jadi dulu itu cairan sintetis dengan media tembakau. Sekarang mereka mengubah media itu dengan menggunakan liquid. Karena ketika vape, tidak ketahuan bahwa di dalam cairan itu sudah mengandung narkotika," ungkapnya.
Banyaknya remaja yang menggunakan vape sintetis tersebut, kata Ardiansyah karena harga jualnya yang relatif murah mulai dari hari Rp 10 ribu hingga ratusan ribu, sehingga para remaja mudah mendapatkan barang haram itu.
"Karena harganya memang terjangkau, makanya bisa dibeli sama siswa sekolah," katanya.
Ardiansyah berharap peran aktif orang tua, pihak sekolah dan lingkungan pendidikan dapat ikut membantu mencegah semakin meluasnya peredaran vape sintetis yang menyasar para pelajar dengan berbagai modus.
"Pasti kita kejar para pelaku. Bukan hanya mengambil keuntungan, tapi merusak juga. Jadi kita tetap akan melakukan pengejaran dan koordinasi serta kolaborasi dengan polres maupun dengan polda," kata Ardiansyah.
(mir/kid) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]