Bocah di Jakpus Diduga Dibully hingga Kesetrum Listrik dan Koma

CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 07:09 WIB
Seorang anak 6 tahun di Jakarta koma setelah diduga dibully hingga tersengat listrik oleh dua remaja. Kasus ini dilaporkan ke polisi namun belum ada penangkapan.
Ilustrasi. Seorang anak 6 tahun di Jakarta koma setelah diduga dibully hingga tersengat listrik oleh dua remaja. Kasus ini dilaporkan ke polisi namun belum ada penangkapan. (Foto: iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang anak berusia 6 tahun dari Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat, sempat mengalami koma atau tidak sadarkan diri setelah diduga menjadi korban bully dan persekusi dua remaja.

Nenek korban, Linda Reselin, mengatakan bahwa cucunya berinisial MWP sempat koma dan dirawat di RSCM setelah tersengat listrik saat dirundung dua remaja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sekarang cucu saya sudah sadar tapi dia masih takut kalau bertemu orang," kata Linda kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/6).

Menurut dia, penyiksaan itu terjadi pada Minggu (7/6). Berdasarkan video kamera pengawas atau CCTV, terdapat dua remaja yang membawa sang bocah untuk ditempelkan ke tiang listrik.

Nahas, tiang listrik yang berada di dalam area taman Kramat Pulo, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mengalami kebocoran sehingga korban tersengat dan kejang-kejang lalu pingsan.

"Saya lihat CCTV yang ada di dalam taman. Ternyata di dalam rekaman terlihat cucu saya dipersekusi oleh dua orang yang diketahui berinisial LNG dan RVN. Cucu saya sempat diseret, dan dibawa ke tiang yang ternyata tiang tersebut ada aliran listriknya hingga menyebabkan cucu saya kesetrum," ujarnya.

Linda mengatakan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat. Namun, hingga kini belum ada yang pihak yang ditangkap petugas kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, seorang warga Asep membenarkan anak berumur 6 tahun yang kesetrum, hingga dipersekusi di area taman.

Asep mengatakan saat ini taman ditutup karena peristiwa anak berumur 6 tahun yang kesetrum. Kebocoran listrik juga sudah tidak terjadi karena sudah dilakukan perbaikan.

"Hingga saat ini memang masih ditutup. Diketahui yang melakukan persekusi adalah remaja SMA dan anak SMP," katanya.

(antara/wis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]