Hujan Deras di Denpasar Bali, Pohon Tumbang-Sejumlah Bangunan Rusak

CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2026 23:45 WIB
Hujan deras dan angin kencang di Denpasar menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan.
Ilustrasi hujan. Hujan deras dan angin kencang di Denpasar menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan. (iStockphoto/RapidEye)
Denpasar, CNN Indonesia --

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang di Kota Denpasar, Bali, Jumat (12/6) dini hari WITA berdampak sejumlah pohon tumbang dan fasilitas rusak.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan berdasarkan kegiatan monitoring situasi tetap aman serta mengantisipasi dampak lanjutan.

"Personel Polsek Denpasar Barat langsung melakukan pengecekan ke sejumlah titik setelah terjadi hujan deras disertai angin kencang. Monitoring ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang terjadi sekaligus memastikan keamanan masyarakat," kata Iptu I Gede Adi Saputra dalam keterangan tertulisnya, Jumat sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Monitoring dilaksanakan mulai pukul 04.30 WITA dengan menyasar sejumlah lokasi yang berpotensi terdampak akibat kondisi cuaca ekstrem.

Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan beberapa dampak kejadian.

Dia memaparkan beberapa di antaranya pohon tumbang jenis kamboja yang berlokasi di area SD Negeri 2 Pemecutan, Jalan Imam Bonjol, Desa Pemecutan Klod.

Selain itu, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan, seperti atap kanopi dan plang nama Planet Ban, atap SDN 2 Pemecutan, atap rumah kost di Jalan Imam Bonjol Gang Ramayana, neon box Klinik Be Health Medika, serta atap kanopi Toko Kain Dewata.

Petugas juga menerima informasi terkait gardu PLN yang mengalami ledakan akibat dampak cuaca.

Sementara itu, sambung Gede Adi, hasil pemantauan tidak ditemukan adanya kejadian banjir, genangan air maupun tanah longsor.

Kondisi debit air di beberapa aliran sungai yang berada di wilayah Denpasar Barat juga terpantau normal, di antaranya Tukad Badung, Tukad Mati, dan Tukad Srogsogan.

Ia menyampaikan, dari hasil pemantauan sementara terdapat beberapa kerusakan akibat cuaca ekstrem, namun tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun gangguan besar terhadap aktivitas masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Apabila menemukan kondisi darurat atau potensi gangguan, segera melaporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat," ujarnya.

(kdf/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]