Qodari: Prabowo Adalah Pemimpin Reformasi Jilid II
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia, Muhammad Qodari, menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto adalah pemimpin Reformasi Jilid II.
Hal itu disampaikan Qodari merespons gema "Reformasi Jilid II" dalam pelaksanaan aksi menyampaikan pendapat yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa dan masyarakat lainnya di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6).
"Saya mau letakkan pada konteks yang sesungguhnya. Pak Prabowo itu adalah pemimpin Reformasi Jilid II. Saya ulang ya: Pemimpin Reformasi Jilid II," ujar Qodari dalam agenda diskusi di CNNIndonesia TV, Jumat (12/6) malam.
Qodari menuturkan penilaian tersebut dilandaskan dengan tindakan Prabowo yang sedang mereformasi struktur ekonomi. Prabowo, kata dia, tengah berusaha agar manfaat atau keuntungan ekonomi tidak lagi dirasakan oleh elite-elite tertentu saja.
"Yang dilakukan pak Prabowo sekarang beliau sedang melakukan reformasi terhadap struktur ekonomi Indonesia; struktur yang selama ini hanya menguntungkan elite saja, struktur yang selama ini memungkinkan elite-elite tertentu untuk membawa lari uang negara. Itu dikoreksi oleh pak Prabowo," imbuhnya.
Qodari menyebut tindakan Prabowo itu sangat berani. Dalam hal ini dia membanggakan pengusutan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina 2018-2023 serta penertiban kawasan hutan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
"Pak Prabowo itu adalah pemimpin reformasi perubahan. Namanya bukan Reformasi Jilid II, tapi strategi transformasi bangsa. Nah, itu yang dikerjakan oleh pak Prabowo saat ini. Apalagi yang Anda cari?" ucap Qodari.
"Inilah pemimpin yang secara konsekuen dan secara nyata melakukan perubahan yang diinginkan. Pak Prabowo justru yang melakukan perubahan-perubahan yang sangat radikal," sambungnya.
Sementara itu, Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menepis penilaian tersebut. Menurut dia, Prabowo merupakan tipe pemimpin kakistokrasi.
Secara sederhana, kakistokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang dikelola oleh orang-orang tidak kompeten, tidak layak, atau tidak bermoral.
"Terbukti dengan sekian kali reshuffle(kocok ulang kabinet), kemudian korupsi masih merajalela," kata Ubed.
Dia menegaskan tidak tepat jika Prabowo disebut sebagai pemimpin Reformasi Jilid II.
Ubed mempersilakan Prabowo melakukan sesuatu yang dianggap besar. Namun begitu, dia mengingatkan supaya kehendak mahasiswa yang jauh lebih besar sebagaimana tuntutan dalam demonstrasi hari ini supaya dipertimbangkan betul.
"Karena mereka (mahasiswa) adalah generasi yang akan merasakan masa depan Republik ini. Mereka adalah generasi yang sesungguhnya menjadi korban dari ulah kekuasaan yang justru merugikan generasi mereka," ucapnya.
"Jadi, banyak kegelisahan mahasiswa itu yang mereka pikir ini perlu ada perubahan mendasar yang mereka sebut sebagai Reformasi Jilid II itu. Bukan seperti yang Bung Qodari jelaskan. Itu bagian dari ikhtiarnya Prabowo saja untuk mengatasi satu hal, tapi hal lain tidak diatasi," lanjut Ubed.
Pada hari ini, mahasiswa dan warga menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta. Pusat aksi berada di Bundaran HI, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.
Mereka membawa sejumlah tuntutan, seperti meminta pemerintah untuk menyetop pemborosan anggaran negara; menurunkan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM); menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih; menghentikan militerisme di ranah sipil; serta meminta Prabowo untuk berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.