Bakom Bantah Narasi Mahasiswa Dicegat Agar Tak Demo di Bundaran HI

CNN Indonesia
Sabtu, 13 Jun 2026 00:30 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari. (Tangkapan Layar Youtube Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia, Muhammad Qodari, membantah narasi pencegatan oleh aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang hendak melakukan aksi menyampaikan pendapat di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6).

Qodari menyebut hal itu sebagai penataan lalu lintas karena ada kepentingan dari kelompok masyarakat lain yang harus diperhatikan.

"Saya kira bukan pencegatan ya, tetapi lebih kepada penataan lalu lintas bagaimana agar kegiatan-kegiatan masyarakat bisa tetap berjalan," ujar Qodari dalam agenda diskusi di CNN Indonesia TV, Jumat (12/6) malam.

"Jadi, di satu sisi, mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya, tetapi di sisi yang lain kegiatan perkantoran, kegiatan ekonomi, juga tetap bisa berjalan dengan optimal," sambungnya.

Qodari menyebut pemerintah melalui aparat negara harus memperhatikan kepentingan dan kebutuhan dari semua sektor kemasyarakatan.

"Sekali lagi ada aspirasi mahasiswa, tetapi juga ada kegiatan ekonomi, perkantoran, dan kegiatan pendidikan, kegiatan lain-lain yang tentu harus berjalan dengan baik," ucap Qodari.

"Bundaran HI adalah ruang publik, yang berhak menggunakan itu adalah semua kelompok masyarakat. Terus terang saya sendiri dari Cempaka Putih ke sini [lokasi diskusi] lihat-lihat rute," katanya lagi.

Respons tuntutan mahasiswa

Pada kesempatan itu, Qodari menganggap sejumlah tuntutan yang dibawa massa mahasiswa dalam demonstrasi hari ini adalah wajar.

Namun, dia bilang mahasiswa dan kelompok masyarakat lain harus bisa melihat dari perspektif berbeda juga.

"Tuntutan dari mahasiswa tentu sangat wajar ya sebagai bagian dari proses dan sistem demokrasi. Tentu kita ingin mendengar masukan dan saran dari berbagai macam kelompok masyarakat apalagi mahasiswa," kata Qodari.

"Di sisi yang lain, tentunya kita harus bisa memberikan perspektif data dan informasi," lanjutnya.

Pada aksi hari ini, mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya membawa sejumlah tuntutan.

Seperti meminta pemerintah untuk menyetop pemborosan anggaran negara; menurunkan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM); menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih; menghentikan militerisme di ranah sipil; serta meminta Prabowo untuk berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

Merespons itu, Qodari menyebut apa yang sedang diperjuangkan masyarakat saat ini tengah dikerjakan Presiden RI Prabowo Subianto..

"Yang dilakukan oleh Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan. Pak Prabowo ini adalah figur yang paling depan memperjuangkan apa yang diperjuangkan oleh masyarakat," ungkapnya.

Qodari lantas menyinggung badan ekspor satu pintu, salah satu kebijakan pemerintah untuk mengelola dan mengawasi ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) melalui BUMN khusus yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

"Itu kan ditujukan untuk mencegah kebocoran APBN kita. Justru ini yang seyogianya didukung oleh aktivis mahasiswa," tutur Qodari yang juga menyebut Prabowo sedang memimpin Reformasi Jilid II.

Pencegatan

Sebelumnya, ratusan mahasiswa yang mayoritas berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) melakukan long march atau berjalan kaki ke Bundaran HI dalam rencana aksi unjuk rasa hari ini.

Aksi itu dilakukan setelah bus dan kendaraan mereka dicegat aparat kepolisian agar aksi tak dilakukan di Bundaran HI.

Massa longmars bertolak dari depan kompleks parlemen sekitar pukul 13.00 WIB, usai dua mobil mini bus rombongan sempat dicegat di kawasan Semanggi. Alhasil, mobil kemudian menuju ke DPR.

Pencegatan dilaporkan juga terjadi di beberapa titik. Di dekat bundaran HI, massa tertahan di titik terdekat yakni kawasan Tosari, Jalan Jenderal Sudirman.

(ryn/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK