Prabowo Akan Bangun 5 Ribu Desa Nelayan, Target 1.300 Desa Tahun Ini
Program Desa Nelayan yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu instrumen upaya perwujudan ketahanan pangan nasional. Prabowo menyatakan, nelayan berperan penting dalam penyediaan protein bagi masyarakat, sehingga kesejahterannya harus diperhatikan.
Dalam implementasinya, Prabowo mencanangkan 5 ribu Desa Nelayan, dengan realisasi sebanyak 1.300 desa pada 2026. Desa Nelayan terpadu ini akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti instalasi es dan stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan.
"Pemerintah akan membangun 5 ribu Desa Nelayan, dengan 1.300 desa mulai direalisasikan pada tahun ini," kata Prabowo, baru-baru ini.
Menurutnya, hingga kini nelayan masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, termasuk keterbatasan akses terhadap bahan pendukung kegiatan melaut seperti es batu dan bahan bakar solar.
Prabowo menegaskan, program Desa Nelayan merupakan bagian dari upaya memperkuat rantai pasok pangan nasional, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
"Keinginan agar petani dan nelayan dapat merasakan hasil kerja yang lebih baik dan hidup lebih sejahtera," katanya.
Sementara, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti, Wahyu Trenggono menyatakan bahwa pembangunan desa nelayan menjadi bagian dari transformasi ekonomi biru yang berkelanjutan.
"Program Desa Nelayan tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan nelayan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah pesisir," kata Trenggono.
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Presiden Prabowo membangun desa nelayan. Ia menyebut, program itu sudah dinantikan komunitas nelayan di pesisir.
Secara khusus, ia meminta pemerintah menjamin bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi untuk kapal-kapal nelayan.
"Mendorong realisasinya agar tidak hanya berhenti pada peresmian simbolik 1.386 desa pada tahun 2026," tutup Daniel Johan.
(rea/rir)