Massa Rakyat Memanggil Demo di Gejayan Serukan 10 Tuntutan

CNN Indonesia
Sabtu, 13 Jun 2026 21:10 WIB
CNN Indonesia/Tunggul
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Ratusan mahasiswa dan masyarakat sipil yang mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Simpang Tiga Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Sabtu (14/6) sore.

Massa terpantau mulai berkumpul di lokasi aksi sekitar pukul 15.30 WIB saat hujan yang mengguyur sejak siang mulai reda.

Aksi ini digelar sebagai respons atas sejumlah kebijakan pemerintah yang tak berpihak ke rakyat, kondisi perekonomian RI yang dinilai semakin memberatkan masyarakat, dan beberapa lainnya.

Massa datang dengan membawa spanduk dan poster. Satu di antaranya berbunyi: 'Jika Rupiah Melemah, Kita Kuatkan Perlawanan ke Pemerintah'.

Poster lain bertuliskan 'The Workers and Farmers of this Country are Smarter than The Government'.

Perwakilan dari berbagai elemen masyarakat silih berganti melakukan orasi, mengkritik pemerintah dan memekikkan tuntutan-tuntutan mereka.

"Selamat datang di negeri ngompol, pejabat kayak maling, rupiah makin ambrol," seru salah seorang orator dari atas mobil komando.

"Guru Besar dalam Bidang Ilmu Media dan Jurnalisme di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki juga ambil bagian dari demo ini.

"Kami meminta pada kesempatan ini Presiden Prabowo dan Wakil Presiden masih waras dan pro rakyat untuk meninjau ulang seluruh program yang dipermasalahkan," kata Masduki.

Dalam aksi kali ini, massa menyuarakan 10 poin tuntutan. Antara lain menuntut penghentian sejumlah kebijakan yang dinilai bermasalah, seperti Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, serta mendesak pencabutan revisi UU TNI, UU Polri, UU Kejaksaan, dan UU Peradilan Militer.

Mereka juga meminta perlindungan kebebasan sipil, pengakhiran impunitas aparat, pembebasan tahanan politik, dan penghentian kriminalisasi terhadap warga yang menyuarakan kritik.

Selain itu, massa menuntut pemenuhan hak dasar rakyat melalui pendidikan dan layanan kesehatan gratis, peningkatan kesejahteraan ekonomi, perlindungan hak pekerja, perbaikan regulasi transportasi online, serta jaminan hak atas tanah dan ruang hidup yang layak. Mereka juga mendesak penghentian penggusuran paksa dan pengusutan tuntas kasus korupsi Stadion Mandala Krida di Yogyakarta.

Massa bakar ban

Selama aksi berlangsung, akses menuju pertigaan ditutup. Aksi demo berlangsung kondusif hingga pukul 17.30 WIB.

Sebagian peserta aksi selanjutnya meminta massa untuk membubarkan diri. Namun, mayoritas memilih bertahan. Sebagian lalu membakar ban hingga water barrier di pertigaan sebelah utara.

Api masih berkobar saat akses lalu lintas dari arah utara dibuka. Tak lama berselang, suara letusan dua kali terdengar. Satu di antaranya diduga diakibatkan kaleng cat semprot yang ikut dibakar.

Hingga pukul 18.28 WIB, akses lalu lintas di Pertigaan Gejayan telah sepenuhnya dibuka. Beberapa peserta yang masih bertahan di lokasi meminta pengendara melintas untuk membunyikan klakson jika merasa muak dengan pemerintah.

Peserta aksi pun menyambut riuh suara klakson kendaraan yang saling bersahutan.

(fra/kum/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK