2 Lurah di Kendari Pesta Miras di Kelurahan Segera Disidang Etik
Dua lurah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ZM (53) dan RAK (41) segera menjalani sidang disiplin setelah terpergok berpesta minuman keras (miras) bersama dua wanita di kantor Kelurahan Poasia.
"Iya, jika terbukti benar, tentu akan diberikan sanksi atas pelanggaran kode etik dan disiplin ASN," kata Inspektur Kota Kendari, Sri Yusnita kepada wartawan, Senin (15/6).
Yusnita mengatakan pihaknya telah menyiapkan sidang disiplin tanpa harus terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di inspektorat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak perlu lagi pemeriksaan karena permasalahannya sudah jelas yang akan dilakukan nanti (keduanya) diproses melalui sidang majelis penjatuhan sanksi disiplin ASN, inspektorat merupakan salah satu anggota majelis," ungkapnya.
Sementara ini, kata Yusnita, Pemerintah Kota Kendari tengah menyiapkan segala kebutuhan administrasi agar bisa mempercepat proses penanganan kasus tersebut.
"Administrasinya akan disiapkan dan segera diproses untuk sidang pelanggaran kode etik dan disiplin ASN," katanya.
Yusnita menegaskan bahwa penegakan disiplin ASN ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang profesional dan berintegritas.
Sebelumnya, petugas kepolisian mengamankan dua oknum lurah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang nyaris menjadi sasaran amukan warga usai terpergok pesta minuman keras (miras) di kantor Lurah Poasia bersama wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK).
"Iya betul, petugas mengamankan kedua lurah tersebut bersama dua wanita," kata Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, Minggu (14/6).
Peristiwa terjadi pada Jumat (12/6) malam, Lurah Poasia, ZM dan Lurah Talia, RAK menggelar acara pesta miras di kantor Lurah Poasia sambil memesan dua wanita melalui aplikasi. Namun, mereka terlibat cekcok, lantaran harga yang disepakati tidak sesuai.
Pertengkaran itu didengar dan didatangi sejumlah masyarakat setempat. Namun, warga emosi setelah melihat kondisi kantor pemerintahan tersebut dijadikan sebagai lokasi prostitusi.
"Dua wanita ini dipesan melalui aplikasi hijau, sementara ini masih kita dalami," ungkapnya.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]