BEM FTI UBSI Bantah BEM Bersatu: Tidak Ada Pengurus Bernama Ahmad
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyatakan tidak terlibat Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu.
Hal itu disampaikan terkait munculnya individu yang mengatasnamakan dari BEM FTI UBSI dalam kegiatan konferensi pers Aliansi Mahasiswa BEM Bersatu, Selasa (16/6).
"BEM FTI UBSI tidak pernah menghadiri maupun mengirimkan perwakilan pada konferensi pers tersebut," dikutip dari unggahan di akun instagram BEM FTI UBSI, Rabu (17/7). CNNIndonesia.com telah diizinkan mengutip unggahan itu.
BEM FTI UBSI menyatakan tidak pernah memberi mandat kepada pihak mana pun untuk mewakili organisasi dalam kegiatan tersebut.
BEM FTI UBSI juga menyatakan tidak memiliki pengurus, anggota maupun ketua bernama Ahmad sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan terkait.
"Dengan demikian, segala pernyataan yang disampaikan oleh pihak yang mengatasnamakan BEM FTI UBSI dalam forum tersebut bukan merupakan sikap maupun pernyataan resmi organisasi," kata BEM FTI UBSI.
Sebelumnya, Aliansi mahasiswa bernama BEM Bersatu menyatakan sikap menolak gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik praktis. Mereka menilai gerakan mahasiswa harus menjadi suara rakyat, bukan alat untuk merebut kekuasaan.
"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," kata perwakilan dari BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, yang merupakan Ketua BEM Hukum UIC dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6).
Untuk itu, mereka menyatakan sejumlah tuntutan, yaitu:
1. Mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.
2. Mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel.
3. Mendukung pengusutan tuntas koruptor tanpa pandang bulu serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.
Berikut daftar nama BEM Bersatu yang hadir dalam konferensi pers tersebut:
- Wildan Ricky (Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA)
- Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
- Ardi Zulkifly (Ketua BEM FISIP UNAS)
- Ardiansyah (Ketua BEM institut Al- Aqidah)
- Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
- Alfi (Ketua BEM FEB UNPAM)
- Rahmat Djimbula (Ketua BEM Hukum UIC)
- Dicky (BEM F.IPS Unindra)
- Ahmad (BEM Fakultas Tekhnik Universitas BSI)
- Rezky Anandar (BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Managemen Administrasi Institut STIAMI)