Siasat Licik Taufik Hidayat Sembunyikan Aksi Penyiksaan di Kos

CNN Indonesia
Rabu, 24 Jun 2026 09:27 WIB
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaku penyiksaan terhadap perempuan berinisial YTR (29), Taufiq Hidayat memiliki berbagai cara untuk menyembunyikan aksi penyiksaannya di kamar kos selama hampir tiga tahun.

Menurut istri penjaga kos Istri penjaga kos, Mulyati, pintu kamar kos yang ditempati Taufiq Hidayat dan YTR selalu tertutup rapat. Diakui Mulyati, warga beberapa kali mendengar suara benturan keras yang belakangan diduga berkaitan dengan penyiksaan yang dialami korban di Kamar kos yang terletak di kawasan Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Namun saat itu, tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa perempuan berinisial YTR (29) tersebut sedang mengalami kekerasan berat di dalam kamar kos yang dihuni bersama Taufik Hidayat (30).

Di mata warga sekitar, kamar kos itu justru terlihat sepi. Korban nyaris tidak pernah terlihat keluar, sementara Taufik lebih sering beraktivitas seorang diri. Istri penjaga kos, Mulyati, mengatakan selama berbulan-bulan tinggal di lokasi tersebut, korban hampir tidak pernah terlihat berinteraksi dengan penghuni lain.

"Pelaku suka ke luar kosan untuk beli nasi atau keluar sebentar juga selalu dikunci. Takut ada orang atau feeling siapa-siapa masuk ke kosan," ujar Mulyati saat ditemui di lokasi, seperti dikutip detikJabar, Selasa (23/6).

Menurut Mulyati, Taufik selama ini selalu memiliki penjelasan ketika ditanya mengenai kondisi perempuan yang tinggal bersamanya. Ia mengaku korban mengalami gangguan penglihatan dan membutuhkan operasi mata.


"Iya dia suka bahas pasangannya. Dia bilang sakit matanya mau operasi di RS. Cuma harus pakai BPJS dan harus ada uang Rp10 juta. Katanya istrinya itu kondisi matanya minus 17, jadi mata nggak lihat dari kecil dan bilangnya orang tua ceweknya itu di Jawa," katanya.

Meski tidak pernah mendengar jeritan atau permintaan tolong dari dalam kamar, Mulyati mengaku ada satu hal yang sering membuatnya bertanya-tanya, yakni suara benturan keras yang berulang kali terdengar dari balik tembok kamar kos tersebut.

"Enggak pernah terdengar (suara jeritan), hanya terdengar batuk si pelaku keras. Kan dia suka sakitnya batuk terus. Suara perempuan atau rintihan enggak ada atau minta tolong. Suara pukulan atau tendangan ke tembok sering kedengaran," ucapnya.

Suara itu bahkan beberapa kali membuat penghuni dan penjaga kos penasaran. Namun setiap kali ditanya, Taufik selalu memberikan jawaban yang membuat situasi terlihat normal.

"Tapi ibu datangi gak ada apa-apa. Kalau ibu dengar suara begitu mungkin ibu juga sudah curiga mungkin langsung minta pertolongan dan diselidiki," ujar Mulyati.

Selama tinggal di kos tersebut, Taufik mengaku bekerja sebagai debt collector dan berasal dari wilayah Nagreg, Kabupaten Bandung. "Iya kerjanya debt collector. Terus ngakunya orang Nagreg. Istrinya katanya enggak dipedulikan keluarga," beber Mulyati.

Menurutnya, Taufik juga dikenal memiliki temperamen yang mudah meledak. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan menunjukkan perilaku agresif kepada orang-orang di sekitarnya.

"Suka tempramen, tiba-tiba ngajak berantem. Om buka pintu mau keluar. Resa mau tidur kaget. Tiap habis mabuk minta diantar ambil uang atau bakso tahu dan lain-lain," katanya.

Momen terakhir yang paling diingat Mulyati adalah ketika korban dibawa ke rumah sakit pada awal Juni lalu. Saat itu, kondisi korban sudah sangat memprihatinkan hingga harus dipapah keluar kamar.

"Kan pas mau ke rumah sakit minjem kerudung ke ibu. Didandanin lama. Grab nunggu lama. Grab mobil tanggal 9 Juni. Terus dibopong oleh pelaku. Muka tutupi si cewek. Mobil mundurin sampe gerbang. Pak Resa (penjaga kos) ikut dalam mobil pelaku di belakang. Pelaku naik motor ikutin dari belakang," katanya.

"Enggak usah Ipey (panggilan Taufik Hidayat) aja di motor. Enggak tahu dia nggak mau berdampingan atau gimana," ujar Mulyadi menambahkan.

Baca berita selengkapnya di sini.

(detik/ugo)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK