Polisi Usut Aksi 6 Debt Collector Cegat Perempuan di Rawamangun Jaktim

CNN Indonesia
Kamis, 25 Jun 2026 18:00 WIB
Kawanan debt collector mengadang perempuan di Jakarta Timur, terekam video. Polisi turun tangan untuk menyelidiki insiden penarikan paksa ini.
Ilustrasi. Kawanan debt collector mengadang perempuan di Jakarta Timur, terekam video. Polisi turun tangan untuk menyelidiki insiden penarikan paksa ini. (istockphoto/narvo vexar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kawanan penagih utang pihak ketiga alias debt collector atau mata elang mengadang dan memberhentikan seorang perempuan berinisial HF (24) di Jalan Pemuda Asli, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim).

Peristiwa itu terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial. 

Dalam video yang diunggah, tampak komplotan debt collector itu memberhentikan korban dengan paksa. Keributan pun terjadi di lokasi, termasuk dengan pria yang mempertanyakan soal upaya penarikan paksa motor dipakai korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria itu menyebut motor yang dipakai anaknya adalah produksi tahun 2005, dan sudah lama lunas. Dia pun mengecam aksi komplotan mata elang tersebut.

Polisi pun turun tangan menangani kasus itu. Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (18/6).

Dia bilang peristiwa bermula saat korban yang sedang melintas tiba-tiba diberhentikan oleh enam orang debt collector.

"Korban merasa diikuti mulai dari Jalan Pemuda hingga ke Puskesmas dan kembali ke rumah korban saat melintas di Jalan Kayu Jati Raya korban sempat diberhentikan oleh enam orang debt collector," kata Made kepada wartawan, Kamis (25/6).

Selanjutnya, korban menyarankan untuk bertemu dengan orang tuanya di Jalan Pemuda Asli IV.

"Selanjutnya saat tiba di tempat kerjaan orang tua korban, orang tua korban berdebat dengan debt collector mempermasalahkan untuk pelat nomer tidak sesuai dengan jenis kendaraannya," tutur Made.

"Sempat terjadi adu mulut antara kedua belah pihak lalu pihak debt collector pergi meninggalkan lokasi, untuk unit sepeda motor tidak diambil," sambungnya.

Made menerangkan saat ini pihaknya masih mendalami seluruh rangkaian kejadian. Termasuk, mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi.

Dia mengatakan polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum sembari menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari Polres Metro Jakarta Timur.

[Gambas:Youtube]

(dis/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]