Wagub Rano Sebut Jakarta Fair Penggerak UMKM, Target Transaksi Rp8 T

CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2026 19:23 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. (Foto: Arsip Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan gelaran Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) bukan sekadar ajang hiburan tahunan seiring dengan HUT Jakarta.

Ia menyebut Jakarta Fair juga menjadi penggerak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sumber pendapatan daerah.

"Itu kan impact daripada UMKM, pajak juga akan ada dampaknya kan. Nah, itulah kita membantu fasilitasi," kata Rano dalam wawancara eksklusif dengan CNN Indonesia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan nilai transaksi Jakarta Fair tahun ini mencapai Rp8 triliun, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sekitar Rp7,3 triliun.

Ia mengatakan Jakarta Fair bisa dikunjungi sekitar 4 juta orang selama pelaksanaannya.

"Kemarin saja baru minggu kedua, minggu pertama katanya udah 1,5 juta. Kebetulan memang PRJ itu selalu dilaksanakan di libur-libur sekolah kan. Jadi pengunjung itu bukan hanya masyarakat Jakarta, dari aglomerasi datang ke Jakarta," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rano juga menjelaskan Pemprov DKI telah menyiapkan puncak perayaan HUT ke-499 Jakarta yang akan digelar pada 27 Juni dan 28 Juni di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Rano mengatakan dalam acara puncak itu, Pemprov akan memaparkan hal-hal yang dilakukan menyambut 500 tahun usia Jakarta tahun depan.

Ia mengatakan jalan di kawasan tersebut akan ditutup sementara untuk pelaksanaan acara yang menghadirkan sejumlah artis papan atas.

"Bahasanya mungkin bukan car free night, tapi memang jalan kita tutup. Saya yakin dari mulai sore ini kegiatannya mungkin jam 11 malam selesai. Tapi artinya dari jam 4 sore pasti yang namanya HI itu akan membludak," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto dalam pernyataannya di Panggung Jakarta Fair, 21 Juni lalu menyebut sejak pertama kali digelar pada 1968, Jakarta Fair telah menjadi ruang penting bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk sekaligus menjaga optimisme ekonomi.

Dalam perjalanannya, kegiatan ini hanya sempat ditiadakan pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan data penyelenggara, Jakarta Fair 2026 mencatat antusiasme masyarakat yang tinggi. Dalam satu pekan pertama penyelenggaraan, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 1,5 juta orang dengan rata-rata kunjungan harian hampir 200.000 orang.

Angka tersebut mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi, kreativitas, serta perputaran produk lokal di Jakarta.

"Melihat kondisi Jakarta Fair saat ini, pergerakan ekonomi nasional, khususnya di Jakarta, menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Jakarta Fair menjadi salah satu indikator nyata bahwa kondisi ekonomi kita berada dalam keadaan yang baik dan stabil," kata dia dalam keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta.

(yoa/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK