Jakarta Gunakan Momen HUT Ke-499 sebagai Gerbang Transformasi 5 Abad
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta menjadi penanda dimulainya perjalanan menuju usia lima abad kota ini pada 2027. Bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, momen tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perayaan tahunan, tetapi juga sebagai gerbang untuk memperkuat arah transformasi kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan pemerintah memandang posisi Jakarta saat ini berada pada fase penting. Menurutnya, masa menuju usia ke-500 menjadi kesempatan menyiapkan fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
"Kami sedang mempersiapkan satu transisi abad, yang saya juga bersyukur ada di abad ini, dan saya ada di tempat ini," ujarnya dalam CNN Indonesia Forward, Jumat (26/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Rano, posisi dirinya bersama Gubernur Pramono Anung di periode transisi ini bukan kebetulan biasa. Keduanya merasa mendapat tanggung jawab khusus menjembatani era lama dengan abad baru Jakarta.
Ia menegaskan, pemerintahannya tidak datang dengan program serba baru. Sebaliknya, fokus utama adalah merampungkan apa yang sudah dirintis para pemimpin Jakarta sebelumnya.
"Kita enggak punya program yang baru, kita hanya melanjutkan para gubernur dulu lakukan," kata Rano.
Pendekatan tersebut tercermin pada sejumlah program yang terus dijalankan, mulai dari normalisasi sungai, penguatan transportasi publik, hingga penyempurnaan infrastruktur pendukung kawasan strategis. Pemerintah menilai kesinambungan menjadi bagian penting dalam menjaga arah pembangunan.
Rano menegaskan, berbagai persoalan perkotaan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Karena itu, setiap program perlu diteruskan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara bertahap.
Transformasi kota, menurutnya juga harus menjawab persoalan klasik banjir yang tak kunjung selesai. Jakarta dilintasi 13 sungai dan menghadapi tiga sumber ancaman air sekaligus setiap tahun.
"Kalau banjirnya di tiga wilayah, air laut naik, kemudian hujan lokal, dan hujan kiriman, ini pasti akan banjir. Itu pasti," imbuh dia.
Normalisasi sungai menjadi pekerjaan lintas generasi pemimpin Jakarta, dari era Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, hingga sekarang. Rano menegaskan pemerintahannya tidak membuka sungai baru, melainkan menuntaskan normalisasi yang sudah berjalan lama.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menempatkan peningkatan kualitas hidup warga sebagai bagian dari transformasi kota. Perbaikan layanan pendidikan, kesehatan, ruang publik, dan layanan digital dipandang menjadi fondasi menuju Jakarta yang lebih siap menghadapi masa depan.
Menurut Rano, pembangunan kota tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur baru. Kualitas sumber daya manusia tetap menjadi faktor utama dalam mendukung posisi Jakarta sebagai kota global.
Ia menambahkan, HUT ke-499 juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan setiap tahun. Pemerintah ingin memastikan target yang telah ditetapkan dapat dicapai secara bertahap sesuai kebutuhan kota dan kemampuan anggaran.
Rano menilai pembangunan Jakarta harus berjalan konsisten tanpa mengabaikan pekerjaan yang masih berlangsung. Dengan demikian, setiap program dapat saling melengkapi menuju tujuan jangka panjang.
"Enggak ada Jakarta dibikin langsung dalam proyek lima tahun," tegasnya.
Menjelang usia lima abad, pemerintah juga mulai menyiapkan berbagai agenda yang akan mengisi perjalanan menuju 2027. Rano mengatakan, HUT ke-499 menjadi awal untuk memperkenalkan arah pembangunan yang akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.
Baginya, peringatan ulang tahun Jakarta bukan hanya menjadi catatan perjalanan sejarah, tetapi juga kesempatan membangun komitmen bersama menghadapi masa depan kota. Karena itu, masyarakat diharapkan ikut menjaga ruang publik, lingkungan, dan berbagai hasil pembangunan.
Perayaan HUT ke-499 sendiri akan dipusatkan di Bundaran HI pada 27 dan 28 Mei 2026 dengan penutupan jalan sejak sore hingga larut malam. Pekan Raya Jakarta yang menyertainya ditargetkan menghasilkan delapan triliun rupiah bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
"Ini untuk apa? Untuk menyampaikan kepada masyarakat Jakarta, bukan hanya kemeriahannya, tapi ini Jakarta milik kita bersama loh," tuturnya.
Pesan itu sejalan dengan tagline Jaga Jakarta yang diusung Pemprov DKI menjelang usia lima abad. Rano mengingatkan, keamanan kota tidak bisa dibebankan kepada aparat saja tanpa kepedulian warga menjaga kebersihan dan ketertiban.
Maka dari itu, dirinya berharap transformasi yang dimulai dari HUT ke-499 ini bisa dirasakan dampaknya secara nyata dalam masa jabatannya bersama Pramono.
"Dalam masa waktu 4-5 tahun yang memang ada di kita, mudah-mudahan itu bisa kita berikan," tutup Rano.
(rir) Add
as a preferred source on Google