PKB dan Golkar Segera Panggil Anggota DPRD soal Kematian Dokter Icha

CNN Indonesia
Minggu, 28 Jun 2026 17:20 WIB
Ilustrasi korban tewas
PKB dan Partai Golkar akan memanggil anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara Norbetus Tubani dan Therensius Lazakar yang diduga mengintimidasi dokter Icha. iStock/aradaphotography
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar akan memanggil anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara Norbetus Tubani dan Therensius Lazakar yang diduga mengintimidasi dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dokter Icha saat bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur, pada 13 Juni 2026.

Kader PKB sekaligus Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh menyatakan partainya dalam waktu dekat akan memanggil Norbetus Tubani untuk meminta klarifikasi penjelasan lebih lanjut.

"Kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk tabayun," ujar Nihayatul dalam keterangan yang dikonfirmasi Antara di Jakarta, Minggu (28/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, apabila dugaan tersebut terbukti maka PKB akan memberikan sanksi terhadap Norbetus Tubani.

Terlebih, kata dia, intimidasi terhadap tenaga kesehatan tidak hanya mencederai etika sebagai pejabat publik, tetapi juga melanggar disiplin partai.

"Kami pastikan yang bersangkutan akan mendapat sanksi disiplin dari partai jika memang terbukti terlibat," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI tersebut.

Dia menekankan PKB tidak memberikan ruang bagi tindakan intimidasi terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.

Petinggi Partai Golkar Sarmuji sementara itu mengatakan anggota DPRD Golkar Therensius akan dipanggil oleh DPD Provinsi partai.

"Pesan kami ke semua pejabat publik khususnya yang dari Golkar 'ojo dumeh'. Jangan mentang-mentang punya jabatan berperilaku yang tidak pantas termasuk mengintimidasi orang yang posisinya di bawah," ujar Sarmuji dikutip detikcom, Minggu (28/6).

Sarmuji menegaskan pihaknya akan menertibkan anggota jika ditemukan pelanggaran.

"Terhadap anggota DPRD yang berperilaku buruk kami minta DPD Provinsi untuk panggil dan menertibkan. Untuk kasus ini akan kami minta DPD Provinsi mendalami," katanya.

Dugaan intimidasi ini terjadi ketika dokter Icha menangani seorang pasien anak yang menjadi korban gigitan ular di RS Leona Kefamenanu, Timor Tengah Utara.

Dalam penanganan terhadap pasien, diduga dokter Icha menerima intimidasi dari Norbertus Tubani dan Therensius Lazakar selaku keluarga pasien.

Peristiwa tersebut diduga menjadi trauma bagi dokter Icha sehingga dokter tersebut harus menjalani perawatan intensif. Pada 26 Juni 2026, dokter Icha dikabarkan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri.

Kemenkes menyampaikan dua cita mendalam atas wafatnya dokter Icha. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menyatakan pihaknya kini tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan intimidasi yang dialami mendiang.

Polres Timor Tengah Utara (TTU) , Polda Nusa Tenggara Timur sementara itu mengintensifkan penyelidikan terkait dugaan intimidasi di balik kematian dr. Icha.

Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menegaskan bahwa seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan dengan mengedepankan alat bukti serta keterangan para saksi.

(gil) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]