Isak Tangis Kerabat Pecah saat Misa Pemakaman Dokter Icha
Suasana duka menyelimuti rumah duka mendiang dr. Eliza Princia Utami Pakaeni atau dokter Icha di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang Senin (29/6).
Ratusan pelayat dari keluarga, kenalan, kerabat dan warga memadati rumah duka untuk memberi ucapan duka dan penghormatan terakhir terhadap dokter berusia 27 tahun itu.
Pantauan CNN Indonesia di rumah duka, kedua orangtua dr. Icha yakni Nur Azizah dan Gabriel Pakaenoni tak henti-hentinya meneteskan air mata di samping peti jenazah mendiang dr. Icha.
Pelayat pun terus berdatangan untuk memberi ucapan duka dan penghormatan terakhir bagi almarhumah.
Sekitar pukul 11.00 WITA, misa pemakaman terhadap dr. Icha pun dimulai dipimpin Romo Valens Boy dan diikuti ratusan pelayat.
Misa pemakaman diakhiri dengan berkat terhadap jenazah. Saat doa berlangsung, tangisan kembali pecah dari keluarga mendiang.
dr. Icha ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya pada Jumat (26/6) sore.
dr. Icha diduga nekat bunuh diri setelah mengalami depresi akibat diintimidasi tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat menangani seorang pasien anak yang terkena gigitan ular di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026 lalu.
Tiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi terhadap dr. Icha tersebut adalah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), Veronika Lake (PDIP).
Kapolres Timor Tengah Utara, AKBP. Eliana Papoteh mengungkapkan telah melalukan pemanggilan terhadap ketiga anggota DPRD tersebut untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan intimidasi tersebut.
Dia mengatakan surat panggilan terhadap tiga anggota DPRD TTU telah dilayangkan beberapa waktu lalu dan dijadwalkan dilakukan pemeriksaan hari ini, Senin (29/6)
dr. Icha lahir di Cirebon, 21 Juli 1998, anak sulung dari tiga bersaudara. Dia menamatkan sarjana kedokteran di Universitas Nusa Cendana pada 2020.
(ely/gil)