Mensos Tekankan Kejujuran Jadi Kunci Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos | CNN Indonesia
Senin, 29 Jun 2026 12:22 WIB
Kemensos
(Foto: dok Kemensos)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengingatkan bahwa kejujuran dari setiap pihak, baik petugas yang melakukan penjangkauan, maupun keluarga yang dijangkau menjadi kunci utama dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat.

Hal itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat untuk Orang Tua dan Calon Siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 7 Palembang yang berlokasi di Sentra "Budi Perkasa" Palembang, Minggu (28/6). Kegiatan ini bertujuan agar calon siswa, orang tua, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat melihat langsung perkembangan pembelajaran siswa Sekolah Rakyat yang telah berjalan hampir satu tahun.

"Program ini harus dimulai dengan kejujuran dan keterbukaan. Tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria di dalam DTSEN dijangkau oleh petugas baru ditetapkan menjadi siswa Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, kejujuran juga dibutuhkan dalam pengelolaan Sekolah Rakyat agar tidak terjadi penyelewengan atau penyalahgunaan.

"Setelah itu pengelolaannya juga harus dengan kejujuran. Tidak boleh ada korupsi, sogok-menyogok, ataupun tindakan yang tidak terpuji karena program ini diperuntukkan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan dan belum terbawa dalam proses pembangunan," lanjut Gus Ipul.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan hal serupa. Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa statistik mampu memberikan makna bagi anak-anak Sekolah Rakyat.

Sebagian besar siswa yang dijangkau yang berasal dari keluarga desil 1 dan 2 DTSEN, disebut menjadi umpan balik bagi BPS dalam penyempurnaan akurasi data.

"Statistik ternyata bukan sekadar angka, tetapi statistik bisa memberikan makna yang luar biasa bagi anak-anak kita di Sekolah Rakyat. Statistik bisa memberikan dampak sehingga mereka memiliki mimpi-mimpi untuk masa depan mereka," ujar Amalia.

Saat ini, terdapat lima Sekolah Rakyat rintisan yang beroperasi di Sumatera Selatan, yakni SRMA 7 Palembang, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 31 Palembang, SRMA 8 Ogan Ilir, SRT 15 Empat Lawang, dan SRMA 45 Ogan Komering Ulu.

Khusus SRMA 7 Palembang, hingga kini menampung 96 siswa, sementara calon siswa tahun ajaran baru saat ini berjumlah 60 orang yang seluruhnya diperoleh melalui mekanisme penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2.

Kehadiran Gus Ipul di SRMA 7 Palembang itu disambut beragam penampilan siswa, seperti baris variasi, tari Kuda Lumping, Tari Gending Sriwijaya, karate, pidato empat bahasa (Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin), paduan suara, hingga pembacaan puisi. Gus Ipul mengaku bangga menyaksikan penampilan para siswa Sekolah Rakyat itu.

"Anak-anak ini sudah dididik lebih dari sebelas bulan. Saya bangga pada anak-anak sekalian, bangga kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mereka," ujarnya.

Kegiatan kemudian diisi dengan dialog antara Gus Ipul dengan siswa, guru, dan orang tua siswa. Widya Wati, ibu dari siswi bernama Nur Aziza yang menjadi pembawa acara acara Open House, mengakui terjadi perubahan terhadap sikap dan kebiasaan sang anak.

"Sekarang belajarnya semakin pintar. Dulu agak malas, sekarang rajin salat, mau membantu saya memasak dan mengurus pekerjaan rumah. Harapan saya Nur menjadi anak yang berguna dan bisa membantu orang tuanya," tutur Widya Wati.

Gus Ipul mengatakan, kisah kehidupan siswa-siswi Sekolah Rakyat yang baru saja mendapatkan akses pendidikan, menjadi alasan kehadiran program Sekolah Rakyat. Nantunya, para lulusan Sekolah Rakyat akan memiliki pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, atau menjadi tenaga kerja terampil sesuai potensi masing-masing.

"Memang ada keluarga-keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Itulah sebabnya Presiden mengajak kita semua memulai program ini dengan kejujuran," katanya.

"Sambut kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Antarkan anak-anak kita meraih cita-citanya dengan baik," pungkas Gus Ipul.

(rea/rir) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]