Polisi Baku Tembak dengan Pencuri Baterai BTS di Lampung

CNN Indonesia
Senin, 29 Jun 2026 15:43 WIB
ilustrasi penembakan
Polisi terlibat baku tembak dengan komplotan pencuri baterai tower BTS di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Minggu 28 Juni. Satu orang tewas dalam insiden tersebut. Ilustrasi (istockphoto/Peresmeh)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi terlibat baku tembak dengan komplotan pencuri baterai tower BTS di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Minggu 28 Juni. Satu orang tewas dalam insiden tersebut.

Total ada 7 terduga pelaku diamankan, salah satunya tewas usai terlibat baku tembak di lokasi kejadian di dekat Gerbang Tol Menggala Ruas Terpeka. Identitas mereka yakni, Afrizal, Erik Kantona, Ardiansyah, Prastia Isnanda, Muhamad Junardi serta Trianjunanda Saputra. Satu korban tewas atas nama Aria Isnandar.

Kasatreskrim Polres Tulang Bawang AKP Apfryyadi Pratama mengatakan peristiwa itu bermula saat Tim URC Tekab 308 menerima laporan adanya dugaan pencurian baterai tower di Kampung Mekar Indah Jaya, Kecamatan Banjar Baru, sekitar pukul 00.09 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Petugas langsung menuju lokasi. Setibanya di TKP, rak penyimpanan baterai tower sudah dalam keadaan rusak dan terbuka, sementara para pelaku telah melarikan diri sehingga kami langsung melakukan penyekatan di sejumlah titik," kata Apfryyadi, Minggu (28/6), dikutip dari detikSumbangsel.

Tak lama kemudian, kata Apfryyadi, petugas mencurigai sebuah mobil Toyota Calya putih yang melintas dan langsung melakukan pengejaran. Saat hendak dihentikan di depan Mapolres Tulang Bawang, pengemudi justru menambah kecepatan, menabrak kendaraan patroli polisi, dan para pelaku melepaskan tiga kali tembakan ke arah petugas.

Pengejaran terus berlanjut hingga kawasan Gerbang Tol Menggala. Di lokasi itu, polisi kembali berupaya menghentikan kendaraan pelaku. Namun, para pelaku kembali melawan dengan menabrakkan mobilnya ke kendaraan petugas sambil melepaskan tembakan.

"Anggota sempat memberikan tembakan peringatan, tetapi pelaku tetap melakukan perlawanan dengan menembaki petugas. Karena situasi membahayakan keselamatan anggota, kami melakukan tindakan tegas dan terukur," ujarnya.

Aprfyyadi mengatakan polisi kemudian menggeledah kendaraan para pelaku dan menemukan lima unit baterai tower yang diduga hasil curian, dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver dan FN beserta amunisi, tiga unit mobil yang digunakan pelaku, serta berbagai peralatan yang diduga dipakai untuk membobol tower telekomunikasi.

Selain itu, petugas turut menemukan dua paket sabu beserta sejumlah plastik klip bekas pakai di dalam kendaraan para pelaku.

"Saat ini enam tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. Kami juga melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan para pelaku pada aksi pencurian baterai tower di sejumlah lokasi lainnya," ujarnya.

Selain mengamankan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya dua pucuk senjata api rakitan, peralatan pemotong besi hingga narkoba jenis sabu. Dari hasil pemeriksaan, polisi menyatakan para pelaku positif mengkonsumsi narkoba.

"Iya positif narkoba, kami juga temukan beberapa plastik klip di mana beberapa diantaranya berisikan sabu," ujar Apfryyadi

Apfyyadi menjelaskan para pelaku terlibat di sejumlah TKP pencurian baterai tower BTS di Lampung. Dia menyebut juga masih mendalami asal senjata hingga penampung baterai tersebut.

"Ini masih terus dalam pengembangan oleh tim," katanya.

Baca berita selengkapnya di sini.

(fra/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]