Bupati Bangkalan Minta Kematian Sekdin di Bandara Juanda Diusut Tuntas
Bupati Bangkalan Lukman Hakim meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ASN sekaligus Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, RYS (50) yang ditemukan dalam keadaan tewas secara misterius di Bandara Internasional Juanda.
Lukman mengatakan, pihaknya berharap kepolisian dapat segera mengungkap penyebab pasti kematian anak buahnya tersebut.
"Ya, itu yang paling penting harapannya agar masalah ini segera terungkap berkaitan dengan meninggalnya salah satu pegawai kita," kata Lukman, Selasa (30/6).
Ia berharap proses hukum dapat berjalan transparan sehingga tidak menyisakan tanda tanya maupun persepsi liar di tengah masyarakat.
"Dan semoga segera terungkap dan selesai, sehingga tidak ada pertanyaan, tidak ada persepsi dan sebagainya yang sebenarnya dan penyelesaian secara hukum biar clear," ucapnya.
Lukman mengatakan, pihak keluarga korban telah menyerahkan sepenuhnya proses pengusutan kasus ini kepada kepolisian.
"Sementara ini dari pihak keluarga sudah memberikan ya semua urusan agar diungkap oleh kepolisian," kata Lukman.
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan kepada keluarga korban.
"Saya dan tentunya kami dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga menyampaikan turut berbela sungkawa mendalam dan semoga atas kejadian ini, kami ikut berduka kepada keluarga agar diberikan kesabaran dan semoga almarhumah tenang di sisi-Nya," pungkasnya.
Keluarga RYS (50), ASN Pemkab Bangkalan yang mayatnya ditemukan di dalam mobil dinas jenis Toyota Innova hitam pada area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Surabaya, mengendus kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Mereka curiga ada sosok pria misterius dibalik kematian RYS.
Kuasa Hukum Keluarga RYS, Risang Bima Wijaya menyebut, kecurigaan itu bukan tanpa dasar. Ia mengatakan, pihak kepolisian telah memperlihatkan rekaman kamera CCTV kepada keluarga korban.
Risang pun mengungkapnya secara rinci. Ia mengatakan, dari rekaman CCTV di gerbang masuk area bandara, mobil dinas korban yang bernopol M 1090 GP, tampak dikendarai oleh seorang pria. Sosok tersebut duduk di posisi pengemudi seorang diri saat mengambil tiket parkir.
Sosok itu, kata Risang, terekam dalam kondisi pencahayaan yang cukup terang dan berwarna, sehingga sejumlah ciri fisiknya dapat diidentifikasi. Pria itu memakai masker, berkaus kelir biru, mengenakan kacamata dan berambut ikal.
"Laki-laki itu yang ngambil tiket parkir, di situ tampak sendirian. Tangan kirinya megang setir, di CCTV itu [terlihat] pakai jam tangan. Tangan kanannya keluar ngambil tiket. Pakai masker warna putih, berkacamata minus., berkaus warna biru, tidak pakai topi, rambut ikal," kata Risang, saat dikonfirmasi, Kamis (25/6).
Sementara itu, RYS yang berada di jok penumpang sebelah kiri sama sekali tidak terlihat dalam rekaman. Risang menduga posisi jok penumpang tempat korban ditemukan memang sengaja direbahkan sejak awal sehingga tubuh korban tidak tampak dari luar kendaraan.
"Sedangkan di kursi penumpang, tempat ditemukannya mayat (RYS) itu, posisi tempat ditemukan itu tidak terlihat. Berarti memang dari awal sudah direbahkan joknya [oleh pelaku] sehingga tidak kelihatan," ucapnya.
Kejanggalan berlanjut pada rekaman CCTV di area parkir. Dari rekaman tersebut, Risang mengatakan, pria yang sama sebelumnya terekam di gerbang masuk, terlihat meninggalkan kendaraan. Selain itu, tidak ada satu pun orang yang keluar dari sisi jok penumpang.
"Hanya diinformasikan, ketika di parkiran itu tidak ada yang keluar dari kursi penumpang. Yang keluar hanya orang itu saja, satu itu," ungkapnya.
Setelah turun dari mobil, Risang mengatakan pria tersebut diduga berpindah atau meninggalkan Bandara Juanda menggunakan taksi.
"Dia turun, berpindah ke taksi," katanya.
Selain rekaman CCTV, kejanggalan lain juga ditemukan pada kondisi barang-barang milik korban. Sejumlah perhiasan yang dikenakan RYS tidak ditemukan saat jenazah diautopsi.
Gelang dan kalung korban tidak ada di tubuhnya ketika ditemukan. Sementara anting sebelah kiri diketahui lepas, diduga akibat benturan benda tumpul, dan hanya anting kanan serta cincin di tangan kiri yang diserahkan kepada keluarga.
"Gelang dan kalung, menurut keluarga, waktu keluar dipakai dan waktu video call sebelum lost contact masih kelihatan dipakai. Tidak ada waktu ditemukan. Saat autopsi, yang diserahkan ke keluarga hanya anting kanan dan cincin di sebelah kiri," ujarnya.
Sementara dompet dan ponsel korban disebut masih dalam kondisi aman dan telah diamankan penyidik. Ponsel korban diyakini Risang menjadi kunci utama polisi untuk mengidentifikasi pelaku.
"Kami yakin polisi sudah memindai HP korban dan sudah mengetahui petunjuknya mengarah ke mana. Karena pasti ditemukan nomor yang paling dihubungi pada tanggal itu atau dalam satu minggu terakhir," kata Risang.
Dari keseluruhan rangkaian fakta yang terkumpul, Risang meyakini TKP sebenarnya bukan di Bandara Juanda. Lokasi itu, menurutnya, hanya digunakan pelaku sebagai tempat membuang jenazah korban yang sudah meninggal lebih dulu di tempat lain.
Ia juga menanggapi hasil autopsi sementara. Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan luar turut memperkuat kecurigaan keluarga bahwa RYS tidak meninggal secara wajar.
"Ada indikasi kekerasan dan indikasi kematian yang tidak wajar. Diungkapkan di situ lazim ditemukan pada korban mati lemas, kekurangan oksigen, asfiksia," kata Risang.
Ia menambahkan, penyidik juga sudah memberinya informasi, perihal pelaku sudah teridentifikasi, meski belum ada pengumuman resmi terkait hal itu.
"Kabarnya hanya mengatakan sudah teridentifikasi gitu saja," ujarnya.
Sementara itu, Aparat Polresta Sidoarjo saat ini masih mendalami kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Kamis masih melakukan identifikasi dan anggota masih ke TKP lakukan lidik," kata Siko saat dikonfirmasi, Rabu (24/6).
Tim Inafis dan Polsek Sedati sudah dikerahkan ke lokasi. Sementara jenazah perempuan tersebut telah dilarikan ke RS Pusdik Bhayangkara Porong Sidaorjo, untuk proses identifikasi.
Mayat perempuan tersebut ditemukan pertama kali oleh sejumlah driver taksi online yang mangkal di Bandara Juanda, Rabu (24/6) siang. Mereka curiga karena mobil tersebut mengeluarkan bau busuk dan meneteskan cairan tak lazim di bagian bawahnya.
"Tadi jam 11.30 WIB, teman-teman grab itu kan mangkal di sini, ada salah satu teman itu lihat ada mobil yang keluarkan cairan gak normal, kayak solar atau air radiator," kata seorang saksi Bagus Tri ditemui di lokasi.
Benar saja, saat dilihat dari kaca jendela, ternyata di dalam mobil tersebut terdapat seorang perempuan yang diduga sudah tak bernyawa, dalam posisi duduk bersandar di kursi depan sebelah kiri.
Bagus menuturkan, kondisi jenazah itu terlihat dalam kondisi bengkak, terbujur kaku, dengan mengenakan baju kuning dan jilbab. Perut perempuan tersebut juga tampak membesar.
"Teman saya yang lihat langsung teriak, dan teman-teman yang lain lari terus pas ngelihat ternyata ada orangnya, di sebelah kiri depan, sebelah sopir, duduk tiduran, kondisinya bengkak, perempuan berjilbab pakai baju kuning," ucapnya.
Sesaat setelahnya para driver taksi online yang menemukan jenazah itu langsung memanggil para petugas keamanan bandara.
Bagus menyebut, ia tak tahu persis sejak kapan mobil itu terparkir di area Bandara Juanda. Namun informasi dari kawannya kendaraan itu sudah ada di sana selama empat hari.
"Awalnya enggak notice blas. Baru-baru pagi tadi. Baru pagi tadi. Tapi teman ada yang bilang kemungkinan sudah empat harian," ucapnya.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir telah mengonfirmasi adanya penemuan seorang wanita yang meninggal di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda.
"Kami membenarkan penemuan seorang wanita yang meninggal di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda," kata Tohir dalam keterangannya.
Saat ini, kata Tohir, Tim Satgaspam dan pihak Kepolisian menangani kejadian tersebut dan melakukan investigasi selanjutnya.
"Manajemen Bandara Juanda mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwajib," ucapnya.
(frd/gil)