Api Belum Padam, Kebakaran TPA Jatiwaringin Berstatus Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat atas kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Keputusan tersebut diambil setelah api belum berhasil dipadamkan hingga 24 jam sejak pertama kali muncul pada Selasa (30/6) sekitar pukul 11.00 WIB hingga Rabu (1/7) siang.
Pantauan CNN Indonesia di lokasi pada Rabu (1/7) siang, api masih membakar tumpukan sampah di sejumlah titik. Asap putih pekat terus membumbung tinggi dan mengganggu jarak pandang pengguna jalan di sekitar kawasan TPA.
Puluhan petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan pemadaman. Personel disebar ke beberapa titik untuk mencegah api terus meluas ke area lain.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan status tanggap darurat diberlakukan guna mempercepat penanganan kebakaran.
"Sudah, sudah kita tetapkan menjadi tanggap darurat," ujar Taufik.
Menurutnya, penetapan status tersebut dilakukan agar koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memperkuat penanganan dampak kebakaran terhadap masyarakat.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 52 jiwa dari 30 kepala keluarga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman akibat terdampak asap pekat dari kebakaran TPA Jatiwaringin.
Water bombing
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan asap dari kebakaran TPA Jatiwaringin belum memengaruhi operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
"Meskipun lokasi kebakaran berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu (runway) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, hingga saat ini operasional penerbangan masih berjalan normal dan belum terdampak," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto dalam keterangannya, Rabu (1/7).
Untuk mempercepat proses pemadaman, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing jenis MI-8AMT. Masing-masing helikopter memiliki kapasitas membawa hingga 4.000 liter air yang akan dijatuhkan langsung ke titik-titik api di area TPA.
"Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," tegas Suharyanto.
Menurutnya, dukungan pemadaman melalui jalur udara diperlukan karena sebagian titik api berada di timbunan sampah yang sulit dijangkau petugas pemadam dari darat.
"Upayakan segera dipadamkan," kata Suharyanto.
Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga Rabu (1/7) siang, api masih belum berhasil dipadamkan sehingga penanganan terus dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran.
(dod/gil)