Kolaborasi Komdigi dan UB Kembangkan Sistem AI untuk Sekolah Rakyat

Kemensos | CNN Indonesia
Rabu, 01 Jul 2026 15:52 WIB
Kemensos
(Foto: dok Kemensos)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah saat ini tengah mengembangkan tata kelola dan sistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Teknologi itu merupakan hasil dari Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan peserta mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB), yang diproyeksikan untuk diterapkan di ratusan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027.

Mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico mengatakan bahwa pemanfaatan AI akan membantu kepala sekolah dan guru dalam menyusun kurikulum, pembelajaran, hingga membuat soal pre-test dan post-test.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan Robben usai menghadiri Demo Day & Graduation AITF 2026 di Auditorium Algoritma Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Selasa (30/6).

"Secara prinsip tata kelola itu mulai dari hulu sampai hilir. Ini salah satu contoh yang akan kami kembangkan. Kami sudah sepakat akan membawa aplikasinya ke 178 Sekolah Rakyat yang beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027," kata Robben.

Pengembangan sistem AI ini akan dibarengi dengan pendampingan langsung kepada guru dan tenaga pendidik di 178 Sekolah Rakyat. Kemensos juga mengajak para talenta pengembang program AITF untuk terlibat dalam sosialisasi implementasi kepada lebih dari 5.000 guru Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Selain itu, Kemensos akan mengintegrasikan Sistem AI yang dihasilkan oleh program AITF dengan Learning Management System (LMS) di Sekolah Rakyat guna mendukung perwujudan Digital Quotient (kecerdasan digital) dalam pembelajaran.

Menurut Robben, Kemensos turut memastikan implementasi teknologi AI dapat dimanfaatkan secara merata di seluruh Sekolah Rakyat. Pelaksanaan program itu akan dilakukan dengan pengawasan dari Komdigi, agar penerapannya berjalan optimal.

"Kami di Kemensos atas izin Pak Menteri Sosial akan memastikan pelaksanaan program ini bisa dibantu dan di-cover dengan anggaran yang proper. Ini kan prototype kemudian harus diwujudkan dalam bentuk aplikasi yang sebenarnya," ujarnya.

Kemensos menargetkan seluruh inovasi hasil pengembangan peserta AITF Komdigi dan UB dapat direalisasikan secara penuh pada akhir 2026.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto menyebut, program AITF merupakan kolaborasi antara Komdigi dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Selain Universitas Brawijaya, program juga melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Gadjah Mada. Masing-masing kampus diberikan fokus pengembangan berbeda sesuai kebutuhan penyelesaian masalah di lapangan.

"Untuk UB fokus di Sekolah Rakyat yang akan digunakan oleh Kemensos dan bantuan sosial yang nanti akan digunakan oleh Pemprov Jawa Timur," tutup Bonifasius.

(rea/rir) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]