Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU ke Polda NTT

CNN Indonesia
Jumat, 03 Jul 2026 11:33 WIB
Keluarga dari almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni Jumat (3/7) siang mendatangi Polda NTT untuk mengadukan kasus dugaan intimidasi.
Keluarga dari almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni Jumat (3/7) siang mendatangi Polda NTT untuk mengadukan kasus dugaan intimidasi. (CNN Indonesia/Elly)
Kupang, CNN Indonesia --

Keluarga dari mendiang Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni (Dokter Icha) Jumat (3/7) siang mendatangi Polda NTT untuk mengadukan kasus dugaan intimidasi yang diduga dilakukan tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara saat tengah berpraktik dan berujung wafat.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com keluarga mendiang tiba di Mapolda NTT, Kupang, pukul 11.10 wita dan langsung menuju ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Keluarga yang datang melapor sebanyak tujuh orang antara lain kedua orangtua almarhum Gabriel Pakaenoni dan Nur Azizah serta dua adik Dokter Icha yakni Tiara Maharani Dwi Pakaenoni dan Elyn Pakaenoni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adik korban Elyn Pakaenoni didampingi kedua orangtua mendiang juga tampak membawa bingkai dan foto Dokter Icha.

Mereka langsung menuju ruang SPKT untuk menyampaikan laporan resmi. Nampak juga Wakil Direktur PPA dan PPO Polda NTT, AKBP. Samuel Simbolon juga datang dan masuk ke dalam ruang SPKT.

Hingga berita ini ditulis proses laporan masih berlangsung. Keluarga masih berada dalam ruangan SPKT untuk menyampaikan laporan.

Sebelumnya perwakilan keluarga Viktor Manbait membenarkan pihak keluarga akan menyampaikan laporan resmi ke Polda NTT terkait kasus dugaan intimidasi yang dilakukan tiga anggota DPRD TTU.

"Iya benar," kata Viktor, Kamis (2/7) kemarin.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra mengatakan Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko telah membentuk tim investigasi bersama atau joint investigation untuk penyelidikan dan penyidikan kasus yang menjadi sorotan publik.

"Menyikapi tingginya perhatian publik terhadap kasus tersebut, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. menginstruksikan agar penanganan perkara dilakukan secara komprehensif melalui mekanisme Joint Investigation dengan melibatkan sejumlah fungsi terkait di lingkungan Polda NTT dan Polres jajaran," kata Henry.

Dia menjelaskan Polda Nusa Tenggara Timur membentuk Tim Joint Investigation untuk memperkuat proses penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan intimidasi terhadap seorang dokter berinisial dr. Icha yang meninggal dunia dan menjadi perhatian masyarakat," kata Henry melalui keterangan tertulis.

Langkah ini lanjut dia bertujuan memastikan seluruh proses penyelidikan dan penyidikan berjalan secara profesional, objektif, transparan, serta berbasis alat bukti yang sah.

Henry mengatakan pembentukan tim gabungan merupakan tindak lanjut hasil asistensi bersama Bareskrim Polri guna mengoptimalkan penanganan perkara melalui kolaborasi lintas fungsi.

"Kapolda NTT menginstruksikan agar seluruh potensi alat bukti dan fakta hukum didalami secara menyeluruh melalui mekanisme Joint Investigation," ujar Henry.

"Penanganan perkara ini akan mengedepankan scientific crime investigation sehingga setiap kesimpulan yang diambil benar-benar didasarkan pada alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum," sambungnya.

Tim tersebut akan dipimpin Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTT dengan melibatkan Direktorat Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dit PPA dan PPO), Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polres Timor Tengah Utara, dan Polres Kupang.

Sebelumnya diberitakan Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau biasa disapa dr. Icha ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6) sore.

dr. Icha diduga nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTI) pada 13 Juni 2026 lalu saat menangani pasien yang terkena gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Tiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi terhadap dr. Icha tersebut adalah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), Veronika Lake (PDIP).

Korban gigitan ular tersebut yang nyawa berhasil diselamatkan disebut masih berkeluarga dengan salah satu anggota DPRD yakni Therezius Lazakar yang ikut melakukan intimidasi dr. Icha.

Jenazah dr. Icha telah dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri ribuan pelayat.

[Gambas:Youtube]

Disclaimer Kesehatan Mental - rev1

(eli/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]