Dr. David Lee Thompson: Dari Dunia Teknologi ke Industri Skincare
Tidak banyak pelaku industri kecantikan yang memiliki latar belakang teknologi informasi dan manajemen bisnis. Bagi Dr. David Lee Thompson, perpaduan ilmu, analisis, dan jiwa kewirausahaan adalah fondasi membangun sebuah brand skincare yang mengusung misi berbeda.
Di tengah pertumbuhan pesat industri kecantikan Indonesia, David melihat ada tantangan yang semakin sering dibicarakan konsumen, yakni soal harga skincare yang terus meningkat. Di sisi lain, mereka kesulitan memahami apakah harga tersebut benar-benar mencerminkan kualitas produk yang diterima.
Berangkat dari pemikiran tersebut, David mendirikan Skinberries dengan visi menghadirkan produk perawatan kulit yang mengutamakan kualitas formulasi, keamanan, serta harga yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Menurutnya, setiap orang seharusnya memiliki kesempatan memperoleh skincare yang menggunakan bahan aktif berkualitas tanpa harus terbebani harga yang sangat tinggi.
"Saya ingin membangun perusahaan yang lebih mengutamakan kualitas isi produk dibanding sekadar membangun citra mewah. Konsumen berhak mengetahui apa yang sebenarnya mereka beli," ujar David.
Dari Ide Jadi Industri
Perjalanan membangun Skinberries tidak berhenti pada sebuah merek. David pun mulai mengembangkan PT Skinberries Group Industri sebagai langkah strategis agar perusahaan memiliki kendali lebih besar terhadap proses produksi, pengembangan formulasi, dan pengawasan mutu.
Baginya, membangun fasilitas produksi sendiri merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga konsistensi kualitas, serta meningkatkan efisiensi operasional. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal di tengah dominasi berbagai merek internasional.
Edukasi Menjadi Nilai Tambah
Selain menghadirkan produk, David menilai edukasi konsumen merupakan bagian penting dalam perkembangan industri skincare Indonesia.
Menurutnya, masyarakat semakin kritis terhadap kandungan aktif seperti niacinamide, retinol, vitamin C, cysteamine, maupun copper peptide. Karena itu, perusahaan perlu memberikan informasi yang jelas mengenai fungsi bahan aktif, cara penggunaan, dan batasan manfaatnya.
Ia berharap konsumen dapat memilih produk berdasarkan kebutuhan kulit dan bukti ilmiah, bukan semata-mata karena tren.
Ke depannya, David menargetkan Skinberries berkembang sebagai perusahaan kosmetik nasional yang mampu menghadirkan inovasi dengan harga yang kompetitif.
Ia meyakini bahwa industri kecantikan Indonesia memiliki potensi besar apabila produsen terus berinvestasi pada kualitas produk, transparansi, dan kepercayaan konsumen.
David menyatakan, keberhasilan sebuah perusahaan tak semata diukur dari besarnya penjualan, tetapi juga dari kepercayaan masyarakat terhadap produk yang digunakan setiap hari.
(adv/adv) Add
as a preferred source on Google