Anggota TNI Ditikam saat Lerai Perkelahian di Karaoke Mamuju

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jul 2026 12:23 WIB
Seorang anggota TNI Kodim 1418 ditikam saat berusaha melerai perkelahian di area parkiran tempat karaoke di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat yang menyebabkan pria inisial T (53) tewas dengan luka tusukan di badannya. Ilustrasi (Istockphoto/CiprianNasalean)
Makassar, CNN Indonesia --

Seorang anggota TNI Kodim 1418 ditikam saat berusaha melerai perkelahian di area parkiran tempat karaoke di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat yang menyebabkan pria inisial T (53) tewas dengan luka tusukan di badannya.

"Iya benar, korban meninggal inisial T dan anggota TNI inisial K (41) juga mengalami luka tusuk, serta D mengalami luka pukul. Pelaku, MAF (20) sudah ditangkap," kata Kasat Reskrim Polresta Mamuju Kompol Agustinus Pigay dalam keterangannya, Sabtu (4/7).

Kejadian itu terjadi pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 02.44 WITA, bermula ketika korban berkelahi dengan pelaku di area tempat hiburan malam hingga ditikam. Kemudian mendapatkan laporan anggota TNI, K datang ke lokasi untuk melerai perkelahian itu, namun menjadi sasaran penikaman oleh pelaku.

"Berdasarkan pengakuan D jadi korban pemukulan bahwa keluarganya datang ke lokasi untuk mencari informasi pemukulan itu. Saat tiba di lokasi, mereka melihat keributan yang melibatkan beberapa orang," kata Agustinus.

"Anggota TNI, K berusaha melerai perkelahian, namun justru menjadi korban penikaman. Tak lama kemudian, korban T ditemukan tergeletak bersimbah darah dan segera dievakuasi ke rumah sakit," jelasnya menambahkan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan Visum et Repertum Tim Forensik Biddokkes Polda Sulawesi Barat, korban mengalami luka sayat pada tangan kiri serta luka tusuk pada bagian perut kiri atas yang menyebabkan perdarahan hebat hingga meninggal dunia.

"Korban anggota TNI, mengalami dua luka tusuk di bagian punggung saat berupaya melerai perkelahian dan kini masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Manakarra dalam kondisi sadar," ujarnya.

Setelah kejadian itu, pihak kepolisian mendapatkan laporan hingga dilakukan penyelidikan dan menangkap satu pelaku, MAF yang sementara dalam pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian tersebut," katanya.

(mir/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK