Wamendagri Minta Kepala Daerah Optimalkan Skema Pembiayaan Kreatif

Kemendagri | CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jul 2026 17:51 WIB
Workshop Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah melalui Creative Financing terhadap Pengaruh Efisiensi Tahun 2026 di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat (3/7). (Foto: Arsip Kemendagri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, mendorong setiap kepala daerah untuk mengembangkan pola kepemimpinan yang adaptif demi mengoptimalkan skema pembiayaan kreatif (creative financing). Langkah ini dinilai krusial agar pembangunan di daerah tetap berjalan lancar di tengah dinamika ekonomi global saat ini.

Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi kunci agar pembangunan daerah tetap berjalan tanpa terus bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini disampaikan dalam Workshop Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah melalui Creative Financing di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat (3/7).

"Kita tahu di tengah efisiensi tahun 2026 memang kepala daerah sekarang ini dituntut untuk benar-benar bisa mengimplementasikan apa yang dinamakan adaptive leadership di tengah gejolak eskalasi geopolitik global yang susah diprediksi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7).

Wiyagus menjelaskan salah satu langkah yang bisa ditempuh pemerintah daerah adalah mengoptimalkan aset yang selama ini belum produktif. Lahan tidur maupun fasilitas milik pemda yang selama ini membebani anggaran bisa dikelola bersama pihak ketiga.

Kerja sama semacam itu, kata dia, berpotensi menghasilkan nilai ekonomi sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mencontohkan keberhasilan penerapan skema ini di sejumlah daerah lain.

Salah satu contoh yang disorot Wiyagus adalah pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Perawatan stadion tersebut kini dikerjasamakan dengan klub Persib Bandung sehingga tak lagi membebani pemda, bahkan mendatangkan manfaat ekonomi.

Wiyagus menilai Kota Jambi punya modal kuat untuk mengembangkan strategi serupa. Pasalnya, kota ini dipimpin kombinasi kepala daerah dengan latar belakang birokrasi dan dunia usaha.

Sinergi semacam itu, menurutnya, berpeluang melahirkan berbagai inovasi pembiayaan di luar mekanisme konvensional. Ia meminta hal ini dimanfaatkan secara maksimal oleh jajaran Pemerintah Kota Jambi.

"Jadi kalau bicara creative financing sudah ideal. Jadi, bagaimana lahan tidur yang menjadi aset-aset pemerintah daerah ini benar-benar bisa diberdayakan, bisa menghasilkan profit lah ya untuk menambah PAD," tegasnya.

Wiyagus juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Jambi memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan pemangku kepentingan lain. Ia meyakini langkah ini dapat mempercepat kemandirian fiskal sekaligus pembangunan daerah.

"Harapan kita tentunya pemberdayaan pihak ketiga juga ikut bertanggung jawab untuk membangun Kota Jambi ini menjadi kota yang tidak hanya berpikir konvensional lagi, tidak terlalu tergantung kepada pemerintah pusat," pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut juga turut dihadiri Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, Wali Kota Jambi Maulana, dan Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha. Hadir pula jajaran staf ahli, asisten, camat, dan lurah se-Kota Jambi.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK