Kapolri Rombak 6 Kapolda: Aceh, Jabar, hingga Papua Barat Daya

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jul 2026 17:32 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara kenaikan pangkat personel Polri di Mabes Polri pada Selasa (30/6).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merombak enam posisi Kapolda. Proses pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (4/7). Ilustrasi (Arsip Polri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merombak enam posisi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). Proses pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (4/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta penyegaran di tubuh Polri guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sigit mengganti Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah dengan Irjen Ruddi Setiawan yang sebelumnya menjabat Kapuslitbang Polri.

Lalu Kapolda Sumatera Barat Komjen Gatot Tri Suryanta diganti oleh Kapolda Kalimantan Utara Irjen Djati Wiyoto Abadhy.

Kapolda Jawa Barat Komjen Rudi Setiawan diganti oleh Irjen Pipit Rismanto yang sebelumnya jabat Kapolda Kalimantan Barat. Posisi Kapolda Kalimantan Barat diisi Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar.

Sedangkan posisi Kapolda Kalimantan Utara yang ditinggalkan Irjen Djati Wiyoto Abadhy diisi oleh Irjen Agus Wijayanto.

Terakhir Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Gatot Haribowo diganti oleh Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, pelantikan dan serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang terus dilakukan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.

"Pelantikan dan serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan penyegaran organisasi. Hal ini menjadi langkah strategis agar organisasi Polri semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang," ujar Isir dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan mutasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi sebagai bentuk pengembangan sumber daya manusia sekaligus upaya memperkuat pelaksanaan tugas di tingkat pusat maupun kewilayahan.

"Kami berharap para pejabat yang diberikan amanah baru dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan berbagai program yang telah berjalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat," katanya.

(tfq/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]