Kapal Dilarang Berlayar di Dekat Area Gunung Anak Krakatau

CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 14:56 WIB
Status Gunung Anak Krakatau naik menjadi Level III (Siaga). KSOP Bakauheni larang kapal mendekati kawah dalam radius 5 km untuk keselamatan pelayaran.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di Selat Sunda--antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa--kini statusnya naik jadi level III (Siaga).

Data dari laman Magma Kementerian ESDM--situs pemantau aktivitas gunung berapi di Indonesia--aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau meningkat sejak pertengahan Juni lalu.

Laporan terkini pada Senin (6/7) pukul 06.00-12.00 WIB, terjadi 1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 2 mm, dan lama gempa 19 detik; dan, 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-2 mm, dominan 1 mm.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu untuk menjamin keselamatan pelayaran, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni Lampung Selatan mengeluarkan peringatan. Kapal-kapal dilarang berlayar mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer.

Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno, mengatakan larangan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Seluruh nakhoda juga diminta mewaspadai potensi lontaran material vulkanik, hujan abu, hingga gangguan terhadap keselamatan pelayaran," kata Suratno, Minggu (5/7) dikutip dari detikSumbagsel.

Meski demikian, Suratno memastikan aktivitas penyeberangan lintas Bakauheni-Merak masih berjalan normal dan belum terdampak peningkatan status gunung tersebut.

"Untuk saat ini jalur Bakauheni masih aman. Aktivitas pelayaran penyeberangan masih berjalan normal," kata dia.

Suratno menjelaskan KSOP terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Dia menegaskan informasi resmi dari Kementerian ESDM menjadi acuan dalam menentukan langkah mitigasi di sektor pelayaran.

"Kami juga mengikuti informasi resmi dari Kementerian ESDM sebagai dasar dalam memantau kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau," ucapnya.

Selain kapal penyeberangan, peringatan juga ditujukan kepada kapal nelayan dan kapal wisata yang beroperasi di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, dan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau itu.

Mereka, kata Suratno, diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau selama status Siaga masih berlaku.

Selain itu KSOP meminta seluruh nakhoda rutin memantau informasi dari PVMBG, BMKG, serta instansi terkait.

"Apabila menemukan potensi bahaya yang mengancam keselamatan pelayaran, kapal diminta segera menjauhi lokasi dan melaporkannya kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, atau Syahbandar terdekat," katanya.

Pemerintah sebelumnya menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III (Siaga).

Masyarakat dan seluruh pengguna jasa pelayaran diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif hingga ada rekomendasi terbaru dari otoritas berwenang.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]