Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung

CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 16:54 WIB
Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal prosesi injak kepala kerbau saat menerima gelar 'Baginda Pemuka Bangsa' di Lampung. CNN Indonesia
Solo, CNN Indonesia --

Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal prosesi injak kepala kerbau saat menerima gelar 'Baginda Pemuka Bangsa' di Lampung beberapa waktu lalu.

Jokowi mengatakan prosesi menginjak kepala kerbau itu merupakan tradisi masyarakat Lampung yang sudah dilaksanakan secara turun-temurun. Ia menegaskan tidak ada muatan politik dalam upacara adat tersebut.

"Itu bentuk penghormatan dari Istana Kedatun Kerajaan Lampung. Dan saya merasa terhormat diberikan penghargaan. Dan jangan semua hal ditarik ke ranah politik, sering enggak sambung," kata Jokowi di Solo, Selasa (7/7).

Ia pun menampik jika kepala kerbau di upacara adat tersebut disamakan dengan kepala banteng sebagaimana ramai dibicarakan publik. Menurut Jokowi, upacara tersebut merupakan tradisi masyarakat adat yang harus dilestarikan.

"itu ritual adat, sekali lagi itu ritual adat yang sudah, tidak sekali dua kali. Sudah ratusan kali dilakukan

"Kita harus terus menghargai adat istiadat, terus menghargai kearifan lokal, terus menghargai kebudayaan budaya kita. Karena ya budaya kita ini sangat beragam sekali," kata dia.

Sebelumnya, Jokowi menerima gelar "Baginda Pemuka Bangsa" dalam prosesi adat di Lampung yang berlangsung di Kedatun Keagungan, Jalan Sultan Haji, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6).

Saat prosesi menerima gelar itu, ada momen Jokowi menginjak kepala kerbau. Kepala kerbau itu terlihat diletakkan di atas karpet merah.

Momen tersebut kemudian mendapat respon beragam dari masyarakat. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai ritual injak kepala kerbau yang dilakukan Jokowi dimaksudkan atau ditujukan kepada PDIP.

Menurut Agung, secara denotafif, ritual tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada salah satu kekayaan dari budaya Nusantara.

"Kepala kerbau yang diinjak Pak Jokowi, menjelaskan bahwa dirinya mengapresiasi nilai-nilai budaya atau adat yang ada di Lampung. Sekaligus respect terhadap penghargaan yang diberikan kepadanya," kata Agung saat dihubungi, Senin (29/6).

Meski begitu, di sisi lain, ritual itu secara konotatif juga berkaitan erat dengan PDIP sebagai partai lama Jokowi, yang memiliki lambang partai kepala banteng.

Agung meyakini, Jokowi telah mempertimbangkan dampak atau respons publik dari pelaksanaan ritual tersebut. Termasuk tafsir jika kepala kerbau itu dikaitkan dengan PDIP.

"Dan ketika kepala kerbau diinjak, susah untuk tidak mengasosiasikan bahwa beliau siap bertarung dan mengalahkan PDIP di Lampung," katanya.

Sementara Ketua DPP PSI, Bestari Barus memastikan pelaksanaan ritual bukan atas kemauan Jokowi, melainkan masyarakat adat di Lampung sebagai penghargaan atas kontribusi selama menjadi presiden.

"Ritual itu bukan Pak Jokowi buat. Pak Jokowi hanya sebagai orang yang diberikan gelar tersebut," kata Bestari saat dihubungi, Senin (29/6).

Dia menambahkan, ritual juga bukan kali pertama. Berdasarkan informasi yang ia terima, Bestari bilang ritual dan gelar kehormatan tersebut juga sempat diberikan kepada mantan presiden terdahulu.

(syd/gil)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK