Warga Simalungun Swadaya Jembatan karena Belum Diperbaiki Pemerintah

CNN Indonesia
Rabu, 08 Jul 2026 16:26 WIB
Warga Simalungun membangun jembatan darurat karena perbaikan dari pemerintah tak kunjung terealisasi.
Ilustrasi proyek. Warga Simalungun membangun jembatan darurat karena perbaikan dari pemerintah tak kunjung terealisasi. (istockphoto/ vm)
Medan, CNN Indonesia --

Rekaman video warga menyampaikan keluhan terkait jembatan rusak di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) viral di media sosial.

Dalam video tersebut, warga mengaku harus dua kali membangun jembatan darurat secara swadaya karena perbaikan dari pemerintah belum juga terealisasi.

Warga bernama Dita Purba melalui akun TikTok @ditapurba mengunggah surat terbuka yang meminta pemerintah segera memperbaiki akses jalan di Desa Bangun Baru, Pulo Raya, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi persoalan itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan pihaknya akan mengecek kondisi di lapangan dan memastikan penanganannya.

"Pokoknya jalan itu, mau punya nasional, baik punya provinsi ataupun kabupaten, kami tidak ada membeda-bedakan, artinya walaupun tanggung jawabnya sudah ada masing masing, selagi masih di wilayah Sumut kalau itu mengganggu aktivitas masyarakat, sebisa (mungkin) kami akan bertanggung jawab," ujar Bobby, Medan, Rabu (8/7).

Menurut Bobby, pemerintah provinsi akan mendorong percepatan perbaikan, baik untuk jalan berstatus nasional, provinsi maupun kabupaten.

"Nanti kami cek, kalau punya kabupaten pak presiden sudah memberikan dana TKD (Transfer ke Daerah), kami akan cek uangnya ke mana saja, kalau keuangannya terbatas kami punya mekanisme bantuan ke daerah, selagi diajukan, (tapi) kalau dia tidak diajukan, kami tidak bisa monitor," katanya.

Sebelumnya, dalam rekaman video yang viral, Dita menerangkan jembatan yang rusak akibat longsor merupakan satu-satunya akses menuju Nagori Lokkung. Jalur tersebut digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak yang bersekolah dan warga yang membawa hasil pertanian.

"Kampung kami juga terkena musibah jalan satu satunya (lewat jembatan) longsor dan tidak bisa dilalui, jembatan ini merupakan satu satunya jalan atau akses menuju Desa Nagori Lokkung yang mana itu adalah tempat anak-anak kampung kami bersekolah," kata Dita dalam videonya.

Karena tidak ada perbaikan pada awal kerusakan, warga kemudian bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan kayu dan papan seadanya agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

"Yang dilakukan masyarakat untuk memperbaiki jalan agar biar anak anak tetap bisa sekolah dan aktivitas masyarakat bisa berjalan seperti sebelumnya,'' ujarnya

Dita juga mengungkapkan bahwa pada 14 Desember 2025, Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih sempat meninjau langsung lokasi longsor dan menjanjikan perbaikan jalan serta jembatan tersebut akan selesai dalam waktu empat bulan.

"Seharusnya kalau itu dimulai Januari berarti bulan April harus selesai, tapi ini bulan Juni bentar lagi Juli, tapi proses perbaikan jembatan ini mangkrak dan jembatan swadaya masyarakat sudah rusak lagi, benar-benar jembatan darurat sudah putus total dan perbaikan jembatannya tidak ada kelanjutannya," ujar Dita.

Setelah jembatan darurat pertama rusak, warga kembali bergotong royong membangun jembatan kedua dengan material sederhana berupa kayu dan papan.

"Mereka membuat jembatan lagi dan kalian bisa lihat kondisinya kayak gini ini, jembatan yang baru dibikin lagi aku gak tahu ini bertahan sampai kapan tapi semoga jembatan yang baru ini juga bersahabat dengan masyarakat karena jurang nya masuk dalam sementara banyak anak sekolah dari kampung kami," ujarnya.

Dita juga menampilkan dokumentasi saat Bupati Simalungun meninjau lokasi dan menyampaikan target penyelesaian proyek tersebut.

"4 bulan siap,'' ujar Bupati Anton saat meninjau lokasi pada Desember 2025.

Menurut Dita, masyarakat saat itu menyambut baik janji tersebut. Namun hingga kini pembangunan yang dijanjikan belum juga terealisasi.

"Teman teman bisa lihat sendiri masih terdokumentasi lengkap di postingan Pemkab Simalungun mengenai jalan longsor ini, saat bapak Bupati tinjau lokasi betapa senangnya masyarakat di sana waktu itu," sebutnya.

Dita mengaku warga kini mulai resah karena tidak mengetahui lagi harus mengadu kepada siapa terkait kondisi tersebut.

Surat terbuka itu diunggah Dita pada 27 Juni 2026. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 2 Juli 2026, Dita menyebut Pemerintah Kabupaten Simalungun telah turun ke lokasi dan berjanji mempercepat perbaikan jembatan.

"Semoga yang kali ini benar benar sesuai dengan apa yang dijanjikan dan diposting, semoga yang kali ini dipercepat karena yang sebelumnya dijanjikan 4 bulan kalau boleh bisa kurang dari 4 bulan," kata Dita.

(fnr/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]