Tito Minta Kepala Daerah Prioritaskan Penanganan Kusta

Kemendagri | CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 15:22 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat hadir di Konferensi Nasional Kusta 2026 bertema “Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global” di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Kemendagri
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah memprioritaskan penanganan kusta. Hal ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Tito mengatakan komitmen pemerintah daerah (Pemda) menjadi kunci untuk mempercepat pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, hingga menghapus stigma terhadap penyandang kusta.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 bertema "Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/7).

Dalam sambutannya Tito mengatakan berdasarkan data, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan jumlah temuan kasus baru kusta yang perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh Pemda untuk memperkuat upaya penanganan kusta secara berkelanjutan.

"Saya ingin highlight juga sedikit yang mungkin berusaha untuk menyentuh wake up call untuk kita semua, jadi tidak menganggap acara ini sebagai seremoni biasa," kata Tito dalam keterangan tertulis Kemendagri.

Menurutnya kualitas SDM merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak akan optimal apabila persoalan kesehatan, termasuk kusta, belum ditangani secara serius.

Tito mengatakan keberhasilan penanganan kusta sangat ditentukan oleh komitmen kepala daerah. Komitmen tersebut harus tercermin dalam seluruh tahapan pembangunan daerah, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program di lapangan.

"Harus ada dulu political will, mindset untuk serius. Kalau seandainya di tingkat atasnya sudah tidak serius, diserahkan ke bawah [ke] kepala dinas kesehatan, segala macam. [Hanya akan menjadi] rutinitas, kembali kepada program, business as usual," ujar Tito.

Kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri sehingga dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat. Oleh karena itu, Pemda diharapkan semakin aktif melakukan deteksi dini, menemukan kasus sejak awal, memastikan penderita memperoleh pengobatan hingga tuntas, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Tito mengatakan Kemendagri tengah mempertimbangkan memasukkan kinerja penanganan bidang kesehatan, termasuk kusta dan tuberkulosis (TBC), sebagai salah satu indikator dalam program penghargaan kepada Pemda. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

"Salah satu yang saya terpikirkan adalah yaitu kepada daerah yang paling pro [terhadap] program kepada bidang kesehatan. Dan salah satu kriterianya adalah, salah satu mungkin kita akan masukkan yang mana yang programnya bagus untuk tangani TBC dan lepra," kata Tito.

(sur)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK