Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun

BSI | CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 18:48 WIB
(Foto: dok BSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan menyediakan akses pembiayaan perumahan yang inklusif, kompetitif, dan berkah bagi jutaan pekerja Penerima Upah (PU) di Indonesia.

Melalui sinergi ini, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dapat menikmati fasilitas pembiayaan BSI Griya yang memiliki berbagai keunggulan. Di antaranya adalah kepastian angsuran tetap hingga akhir masa pembiayaan, serta tenor fleksibel hingga 30 tahun untuk menjaga stabilitas finansial bulanan nasabah.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen nyata BSI dalam mendukung program strategis pemerintah untuk mengatasi backlog perumahan nasional, serta memacu pertumbuhan ekonomi.

"Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap berbagai industri turunan di Indonesia. Melalui kemitraan strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan, BSI hadir memberikan solusi nyata bagi para pekerja untuk memiliki hunian layak dengan prinsip syariah yang adil," ujar Anggoro.

Menurutnya, inovasi layanan BSI Griya sengaja dirancang menjawab kebutuhan generasi muda yang saat ini mendominasi portofolio pembiayaan rumah di BSI. Dengan prinsip syariah, angsuran pembiayaan tetap sehingga perencanaan keuangan keluarga pekerja menjadi lebih terukur.

Komitmen BSI dalam menyalurkan pembiayaan perumahan dibuktikan melalui kinerja bisnis yang solid. Hingga Mei 2026, portofolio pembiayaan BSI Griya telah menembusRp60,80 triliun,dan sampai saat ini terus menunjukkan tren pertumbuhan positif yang konsisten.

Secara keseluruhan, fundamental keuangan BSI hingga Mei 2026 berada dalam kondisi yang prima. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesarRp3,39 triliun, tumbuh signifikan16,73 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Akselerasi ini ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang mencapaiRp335 triliun atau melonjak14,60 persen YoY, dengan segmen konsumer sebagai motor penggerak utama.

Di tengah ekspansi yang masif, BSI konsisten menjaga kualitas aset yang sehat. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Financing(NPF) Gross yang berhasil ditekan membaik ke level1,80 persenper Mei 2026, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,88 persen.

Sementara, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat menilai bahwa kehadiran BSI sebagai bank penyalur Manfaat Layanan Tambahan (MLT) akan semakin memperluas akses, dan menambah alternatif pembiayaan perumahan dengan skema syariah yang dapat dimanfaatkan oleh peserta.

Bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, kerja sama ini diharapkan mempermudah akses untuk memiliki rumah sebagai aset jangka panjang. Dengan kebutuhan dasar yang terpenuhi, pekerja diharapkan dapat bekerja dengan lebih tenang dan produktif untuk membangun masa depan keluarga yang lebih baik.

"Kolaborasi ini akan terus kami dorong untuk berkembang lebih lanjut, tidak hanya pada Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan, tetapi juga untuk memberdayakan para penerima manfaat atau ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan," pungkas Saiful.

Melalui penguatan sinergi lintas institusi dan kinerja keuangan yang tangguh, BSI optimis dapat terus memperluas inklusi keuangan syariah dengan berperan sebagai menjadi pilar utama kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK