Kebakaran Padam, Pemkab Akan Bangun Embung di Sekitar TPA Jatiwaringin

CNN Indonesia
Sabtu, 11 Jul 2026 05:00 WIB
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2026).
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2026). (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten akhirnya berhasil dipadamkan setelah berlangsung selama 10 hari.

Sementara itu pascapenanggulangan kebakaran, Pemkab Tangerang mengaku tengah menyiapkan pembangunan infrastruktur embung atau kolam buatan di sekitar TPA Jatiwaringin. Itu disebut sebagai bagian dari mitigasi risiko kebakaran di masa mendatang.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang, akan membangun infrastruktur dari Jalan Mauk ke TPA Jatiwangin. Pembuatan embung di sekitar TPA," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerau (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Jumat (10/7), dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengemukakan, penyiapan infrastruktur kolam buatan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi dan meminimalisir kejadian serupa terulang atas kebakaran TPA itu.

Status darurat

Selain itu, meski seluruh titik api telah dinyatakan padam, Pemerintah Kabupaten Tangerang masih mempertahankan status tanggap darurat bencana hingga 14 Juli 2026.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mengatakan status tanggap darurat belum dicabut karena pemerintah masih akan melakukan pemantauan secara intensif hingga masa penetapan berakhir pada 14 Juli mendatang. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar penghentian atau perpanjangan status tersebut.

"Ini akan kita selesaikan sampai dengan tanggal 14. Nanti akan kita lihat setelah tanggal 14 apakah perlu diperpanjang atau kondisinya sudah landai seperti sekarang. Nanti akan kita lihat di tanggal 14," jelasnya.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi pada Jumat (10/7) sore, tak terlihat lagi ada kobaran api maupun kepulan asap di area timbunan sampah. Walaupun demikian, sejumlah petugas gabungan masih melakukan pembasahan di beberapa titik untuk mengantisipasi munculnya kembali titik panas di dalam timbunan sampah.

Maesyal bilang  proses pendinginan akan tetap dilakukan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD untuk memastikan tidak ada sisa titik panas yang dapat menimbulkan kebakaran susulan.

"Setelah dilakukan survei di seluruh lokasi, baik sektor barat maupun timur hingga ke puncak timbunan, alhamdulillah sudah tidak ditemukan lagi asap dan api. Sesuai arahan BNPB, kita masih akan melakukan penyiraman dalam upaya pembahasan kepada seluruh lokasi-lokasi yang ada di TPA Jatiwaringin," ujar Maesyal.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB, Riswandi mengatakan, pihaknya tetap menyiagakan dukungan personel dan armada udara untuk membantu penanganan kebakaran apabila dibutuhkan pemerintah daerah.

"Jadi armada-armada kami, udara, bila dibutuhkan oleh Pak Bupati atau kepala
‎daerah lain untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan maupun TPA, kami siap
‎membantu," tuturnya.

Riswandi juga mengingatkan pemerintah daerah yang memiliki tempat pemrosesan akhir sampah untuk meningkatkan langkah mitigasi selama musim kemarau.

"Dan juga ke depan, ini juga sebuah pembelajaran buat kita semua yang mempunyai area atau yang mempunyai TPA-TPA untuk memitigasi potensi kebakaran seperti yang terjadi di sini. Mulai untuk pembasahan dan lain sebagainya karena cuaca menurut perkiraan BMKG ini sangat panas dan ekstrem," imbuhnya.

(antara/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]