Bocah Tewas Diserang Harimau di Pelalawan Riau, BBKSDA Turun Tangan

CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 21:18 WIB
Ilustrasi harimau sumatra. (Antara Foto/ Syifa Yulinnas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang bocah berusia 12 tahun dilaporkan tewas diterkam harimau sumatra di Kabupaten Pelalawan, Riau, pekan ini.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari (7/7) di kawasan areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan.

Mengutip dari Antara, Supartono mengatakan berdasarkan hasil investigasi korban diserang sekitar pukul 04.30 WIB saat berada di luar kamar mandi camp pekerja. Korban sebelum serangan harimau sedang menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp.

Untuk kewaspadaan, menindaklanjuti laporan itu, BKKSDA Riau pun memasang kamera jebak di lokasi.

"Saat ini tim sedang melakukan pemasangan camera trap (kamera jebak) di sekitar lokasi kejadian," kata Supartono di Pekanbaru, Jumat (10/7).

Dia menerangkan saat kejadian, korban tiba-tiba diseret harimau yang diduga masuk melalui pagar pelindung bagian belakang camp yang dalam kondisi terbuka akibat mengalami kerusakan.

Korban kemudian ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp dengan luka pada bagian leher kiri dan kanan.

Menurut hasil pengukuran tim di lapangan, lanjutnya, lokasi kejadian berada di camp pekerja PBPH-HTI, berjarak sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud. Juga sekitar 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER), serta secara administratif berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan.

Sementara itu, hasil identifikasi menemukan tanda keberadaan harimau sumatra di sekitar camp pekerja. Jejak yang ditemukan memiliki ukuran panjang sekitar 16 cm dan lebar 15 cm dengan jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang sekitar 120 cm.

Sebagai langkah antisipasi, tim BBKSDA Riau mengimbau seluruh masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar kawasan habitat harimau sumatra agar meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari.

"Tim BBKSDA Riau akan terus melakukan upaya penanganan secara terukur bersama pihak terkait, dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia serta pelestarian harimau sumatra sebagai satwa yang dilindungi," tutur Supartono.

(antara/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK